Semarang

227 Jabatan ASN di Pemkot Semarang Kosong

Semarang, UP Radio – Adanya sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota Semarang yang telah pensiun, membuat beberapa jabatan di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) saat ini menjadi kosong.

Data dari Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Semarang jabatan atau kursi yang kosong karena adanya ASN yang pensiun, sebanyak 227 kursi.

Kepala Badan Kepegawaian, pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati mengatakan, ASN yang pensiun saat ini, yang rinciannya ada dari esselon 2, kepala sekolah, lurah dan staff.

Sehingga untuk sementara ini, pihak OPD harus mengisi kekosongan jabatan tersebut dengan menunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt).

“Sambil menunggu pelantikan pak Wali sehingga baru nanti diperoleh pejabat yang definitif,” katanya, Kamis (22/4/2021) usai acara penyerahan surat keputusan (SK) pensiun kepada ASN di lantai 8 Gedung Moch Ihsan Kompleks Balai Kota Semarang.

Penyerahan SK pensiun ASN, kata Litani, pada Mei 2021 ini yang dibagikan hari ini, Kamis (22/4/2021) kepada 63 ASN yang menerima SK. pensiun Tmt. 1 Mei 2021, diantaranya sebanyak 56 ASN yang memasuki batas usia pensiun (BUP) ASN, meliputi 1 PNS Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II).

Sebanyak 55 PNS, jabatan guru, Jabatan Pengawas (eselon IV, termasuk Lurah) dan Pelaksana (Staf) serta sebanyak 7 Penerima SK Pensiun Janda/Duda, merupakan penerima ahli waris dari PNS pada saat masih aktif sebagai PNS di Pemerintah Kota Semarang meninggal dunia.

“Lalu, data bulan Maret ada 50 orang dan bulan April ada 65 orang. Sehingga kalau rata-rata ASN pensiun tiap bulan, ada puluhan ASN. Jadi berpengaruh pada jabatan kosong di beberapa OPD. Dan saat ini ASN di kota Semarang sekitar 9000 orang, sedangkan Non ASN hampir 8000 orang,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dalam kegiatan penyerahan SK pensiun ASN Pemerintah Kota Semarang, ada sebanyak tujuh penerima SK pensiun secara simbolis. 

Mereka ini adalah ahli waris seperti suami, isteri, dan anak yang juga menerima dana dari program Taspen.

“Mereka mendapatkan jumlah dana bervariasi tergantung lama masa jabatan dan golongan, ada yang memperoleh Rp 50 juta, Rp 70 juta dan Rp 123 juta. Dimana setiap bulannya, gaji mereka dipotong. Saya berharap dana ini bisa menjadi bekal mereka saat pensiun dan bisa dimanfaatkan dengan baik sepertu untuk membuka usaha,” katanya.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang juga memberikan ucapan terimakasih atas pengabdiannya mereka selama ini untuk Pemerintah Kota Semarang.

“Saya harap silaturahmi dan hubungan secara pribadi dengan semuanya bisa terus tetap terjalin,” pungkas Hendi. (ksm)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button