Semarang, UP Radio – Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, Provinsi Jawa Tengah dan DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain memiliki berbagai destinasi wisata unggulan, kedua provinsi tersebut juga berperan strategis sebagai jalur transit nasional perjalanan darat menuju wilayah timur Pulau Jawa maupun sebaliknya. Selama Nataru kemarin, arus mobilitas di wilayah Jateng DIY berlangsung relatif lancar dan kondusif. Dukungan pengaturan lalu lintas yang optimal serta kesiapan infrastruktur dan layanan energi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Tentunya, keselamatan dan kenyamanan tersebut tak lepas dari peran rest area sebagai tempat beristirahat sekaligus mengurangi angka kecelakaan kendaraan. Terdapat 25 rest area tipe A yang berada di ruas jalan tol, serta sejumlah rest area tipe B dan C di jalur strategis non-tol yang menjadi titik singgah utama masyarakat, khususnya di sepanjang Tol Trans Jawa.
Dari keseluruhan rest area tersebut terdapat layanan yang menjadi favorit pilihan masyarakat.
Modular Dispenser BBM Portable dan Serambi MyPertamina menjadi layanan terfavorit tersebut karena menawarkan beragam kemudahan dan fasilitas tanpa dipungut biaya alias Gratis.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, terdapat Modular Dispenser BBM di 14 titik jalur tol dan 4 titik jalur non-tol yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Layanan ini ditujukan untuk mengisi akses pengisian BBM di rest area yang tidak ada SPBU nya, sekaligus mengantisipasi potensi antrean di SPBU pada titik dengan mobilitas kendaraan tinggi.
“Modular Dispenser BBM terbukti membantu kelancaran arus perjalanan masyarakat. Realisasi penjualan tertinggi di jalur A tercatat di Modular Rest Area 456A dengan rata-rata konsumsi mencapai 5,8 kilo liter per hari, sementara di jalur B penjualan tertinggi berada di Modular Rest Area 456 B dengan rata-rata konsumsi 4,1 kiloliter per hari,” ujar Taufiq.
Salah satu pengguna layanan Modular BBM, Iwan, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran fasilitas tersebut.
“Kehadiran Modular BBM sangat membantu, terutama saat lalu lintas padat. Pengisian jadi lebih cepat dan antrean bisa terurai, jadi perjalanan lebih lancar dan nyaman,” ujar Iwan.
Selain layanan BBM, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan Serambi MyPertamina sebagai ruang istirahat terpadu bagi masyarakat. Di wilayah Jawa Bagian Tengah, Serambi MyPertamina hadir di Rest Area 260B, Rest Area 379A, serta Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) area kedatangan.
“Antusiasme masyarakat terhadap Serambi MyPertamina tercatat tinggi. Hingga 5 Januari 2026, jumlah pengunjung tertinggi tercatat di Serambi MyPertamina Rest Area 260B sebanyak 3.430 orang, disusul Rest Area 379A sebanyak 3.428 pengunjung dan ada tambahan Mini Serambi MyPertamina di Bandara YIA yang diminati sebanyak 1.669 pengunjung.
Serambi MyPertamina dilengkapi berbagai fasilitas gratis, antara lain cek kesehatan gratis, area bermain anak, layanan potong rambut, makanan dan minuman gratis, serta layanan perawatan kecantikan. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu masyarakat memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Salah satu pengunjung Serambi MyPertamina, Dita, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang tersedia.
“Serambi MyPertamina sangat nyaman dan lengkap. Saya bisa cek kesehatan, anak-anak juga bisa bermain, bahkan tersedia makanan dan minuman gratis. Perjalanan jadi lebih aman dan menyenangkan,” ujar Dita.
Selama periode Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah juga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM berkualitas. Konsumsi Pertamax Series meningkat sebesar 10,1 % dibandingkan konsumsi normal, sementara Dex Series meningkat hingga 35,6 %, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap performa dan keandalan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh. (hld)


