Semarang, UP Radio — Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) secara resmi menerjunkan 587 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Penerjunan mahasiswa KKN ini menjadi momentum penting bagi UPGRIS dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Kegiatan penerjunan KKN tahun ini terasa istimewa karena UPGRIS tidak hanya menerjunkan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan kampus, tetapi juga melibatkan 17 mahasiswa dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Keterlibatan mahasiswa internasional tersebut merupakan bagian dari program KKN Internasional yang secara konsisten dikembangkan oleh UPGRIS dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama antara UPGRIS dan UTM telah terjalin sejak lama, bahkan sejak UPGRIS masih berstatus sebagai IKIP. Kerja sama tersebut terus berlanjut dan berkembang hingga saat ini dalam berbagai bidang akademik dan pengabdian masyarakat.
“Penerjunan KKN kali ini menjadi istimewa karena tidak hanya melibatkan mahasiswa UPGRIS, tetapi juga 17 mahasiswa dari Malaysia. Kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia telah kami bangun sejak lama dan terus kami kembangkan, termasuk melalui KKN internasional, joint research, joint kurikulum, hingga rintisan program double degree,” ujar Sri Suciati saat acara penerjunan mahasiswa KKN di Balairung UPGRIS, Selasa (13/1/2026).
Sebanyak 587 mahasiswa KKN UPGRIS akan melaksanakan pengabdian di lima wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pati, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak. Beberapa wilayah tersebut diketahui tengah menghadapi berbagai persoalan, salah satunya dampak banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
Rektor menekankan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat sangat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, khususnya di daerah yang terdampak bencana.
“Kehadiran mahasiswa sangat diharapkan masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak banjir. Ketika satu daerah mengalami banjir, persoalannya menjadi kompleks, mulai dari kesehatan, kebersihan, hingga ketahanan pangan. Mahasiswa harus benar-benar terjun, menjadi sandaran masyarakat, dan ikut berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan tersebut,” katanya.
Dalam pelaksanaan KKN, UPGRIS telah merancang sejumlah program kerja yang difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di bidang pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu mendampingi anak-anak belajar di luar jam sekolah dengan metode yang kreatif dan menyenangkan.
Sri Suciati menyoroti kondisi dunia pendidikan saat ini yang masih menghadapi tantangan serius, salah satunya rendahnya kemampuan literasi dan numerasi sebagian peserta didik. Oleh karena itu, peran mahasiswa sebagai pendamping belajar menjadi sangat penting.
“Mahasiswa perlu mengajak anak-anak belajar dengan metode yang menyenangkan, sambil bermain, agar tumbuh kecintaan terhadap belajar. Jika anak-anak sudah cinta belajar, mereka tidak perlu disuruh lagi untuk belajar. Namun pendampingan tetap penting, apalagi di tengah derasnya arus digitalisasi,” ujarnya.
Selain bidang pendidikan, mahasiswa KKN juga didorong untuk berperan aktif dalam digitalisasi ekonomi desa. Rektor melihat bahwa hampir setiap desa memiliki produk unggulan atau industri rumahan yang berpotensi berkembang, namun masih terkendala pada aspek pemasaran.
“Mahasiswa berasal dari berbagai program studi, termasuk bisnis digital. Mereka bisa membantu masyarakat dalam memasarkan produk secara digital. Banyak produk desa yang sebenarnya bagus, tetapi belum dikenal luas karena keterbatasan pemahaman pemasaran digital,” tambahnya.
Di bidang kesehatan, mahasiswa KKN diharapkan mampu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama di musim hujan yang rawan menimbulkan berbagai penyakit.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar selama menjalani KKN benar-benar terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat dan tidak bersikap pasif.
“Mahasiswa harus menjadi teladan. Jangan hanya diam di dalam kamar dan bermain gawai. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, bekerja bersama warga, dan bersama-sama membangun desa,” tegasnya.
Melalui program KKN Semester Genap 2025/2026 ini, UPGRIS berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat citra UPGRIS sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengabdian dan kerja sama internasional. (shs)


