Banjir di Sejumlah Wilayah Demak Mulai Surut, Ribuan Warga Masih Terdampak

Demak, UP Radio – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melaporkan kondisi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Demak pada Kamis, 15 Januari 2026, secara umum mulai mengalami tren penurunan. Meski demikian, ribuan warga masih terdampak akibat curah hujan tinggi yang disertai pasang air laut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) BPBD Demak, pantauan cuaca menunjukkan hujan ringan terjadi hampir merata sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara berada di kisaran 26 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan tinggi, serta kecepatan angin meningkat hingga 24 kilometer per jam pada malam hari.

Wilayah terdampak banjir terparah masih berada di Kecamatan Sayung, khususnya di Desa Kalisari dan Desa Sayung. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama dengan ketinggian air antara 20 hingga 35 sentimeter, sementara di permukiman setinggi sekitar 10 sentimeter.

Advertisement

Sebanyak 600 rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai 600 kepala keluarga atau sekitar 2.400 jiwa. Selain itu, banjir juga merendam sekitar 200 hektare lahan sawah serta sejumlah fasilitas umum.

Sementara itu, di Desa Sayung, banjir merendam 958 rumah dan berdampak pada 1.232 kepala keluarga atau 4.090 jiwa. Ketinggian air di jalan mencapai 20 hingga 40 sentimeter, sedangkan di permukiman berkisar 10 hingga 20 sentimeter.

Penanganan banjir di wilayah ini dilakukan melalui pengoperasian mobile pump milik BPBD dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Tengah.

Banjir juga melanda Kecamatan Karanganyar, tepatnya di Desa Wonorejo. Genangan air di jalan mencapai 20 hingga 65 sentimeter, sementara di permukiman berkisar 5 hingga 15 sentimeter. Sebanyak 1.932 rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai 6.129 jiwa. Kondisi tersebut dipicu tingginya curah hujan serta aliran sungai yang tidak berjalan normal.

Di Kecamatan Demak, banjir terjadi di Kelurahan Betokan dan Desa Karangmlati. Air menggenangi jalan dan sebagian permukiman warga dengan ketinggian hingga 40 sentimeter. BPBD Kabupaten Demak telah mendistribusikan mesin pompa alcon untuk mempercepat penyedotan air.

Genangan air juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Bonang dan Kecamatan Mijen. Di wilayah ini, banjir disebabkan tingginya curah hujan yang diperparah dengan air laut pasang sehingga aliran air tidak dapat mengalir ke sungai. Ketinggian air rata-rata berkisar antara 15 hingga 50 sentimeter dan saat ini dilaporkan mulai surut.

BPBD Kabupaten Demak menyatakan tetap siaga penuh dalam menghadapi musim penghujan tahun 2025–2026. Sejumlah langkah telah dilakukan, antara lain pemantauan cuaca secara berkala, pengoperasian pompa air, distribusi logistik kebencanaan, serta pengaktifan posko siaga dan layanan pengaduan darurat.

BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan banjir kiriman. Masyarakat dapat melaporkan kondisi darurat melalui Call Center BPBD Kabupaten Demak di nomor (0291) 682200 atau melalui media sosial resmi @bpbd_demak. (shs)

Advertisement