Semarang, UP Radio – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang memastikan bahwa genangan air yang sebelumnya mengganggu jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Sragi kini telah surut. Ketinggian air saat ini berada di bawah kepala rel, sehingga jalur tersebut sudah dapat dilewati kembali oleh perjalanan kereta api.
Meski demikian, untuk menjaga keselamatan perjalanan, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam disertai pengawasan intensif oleh petugas prasarana di lapangan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa setelah genangan surut, petugas prasarana langsung melakukan berbagai langkah teknis guna mengembalikan kondisi lintasan sesuai standar. Perbaikan meliputi pengaturan geometri rel, mulai dari ketinggian, kelurusan, kemiringan, hingga kestabilan jalur.
Dalam upaya percepatan normalisasi, KAI Daop 4 Semarang juga mengerahkan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) untuk mengoreksi penurunan rel dan menyesuaikan elevasi jalur. Selain itu, alat berat berupa excavator turut digunakan untuk mendukung proses perbaikan di lokasi terdampak.
“Pasca surutnya genangan air, fokus kami adalah mempercepat normalisasi jalur agar dapat kembali beroperasi secara optimal dan aman. Untuk saat ini, jalur sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam,” ujar Luqman.
Sementara itu, gangguan akibat genangan air yang terjadi sejak Jumat (16/1) hingga Senin (19/1) berdampak pada operasional perjalanan kereta api. Tercatat sebanyak 108 perjalanan KA terpaksa dibatalkan, sementara 31 perjalanan lainnya harus dialihkan rutenya dan mengalami keterlambatan.
Selama periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang telah melayani sebanyak 10.985 pelanggan terdampak yang melakukan pembatalan tiket.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus mempercepat proses normalisasi dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api,” tambah Luqman. (rls)


