Semarang, UP Radio – RS Keluarga Sehat III Semarang menggelar Gathering Corporate dengan mengundang perusahaan serta perwakilan HRD dari berbagai sektor industri di Jawa Tengah untuk membangun sinergi Safety and Trauma Care Ecosystem yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Inn Alaska Semarang ini menghadirkan lebih dari 160 peserta.
Forum tersebut mempertemukan rumah sakit, dunia usaha, regulator, serta lembaga penjamin, dengan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, dan Satlantas Polrestabes Semarang.
Chief Marketing Officer RS Keluarga Sehat III Semarang, Dr. Yuhelmis Sienifa, S.Si., MM., MARS., KMK, mengatakan gathering ini merupakan forum edukatif sekaligus koordinatif bagi perusahaan. Khususnya bagian sumber daya manusia, dalam memahami alur penanganan kecelakaan secara menyeluruh.
“Kami mengundang corporate se-Jawa Tengah karena perusahaan tersebar di berbagai daerah. Ada yang dari Semarang, Kudus, hingga wilayah lain. Fokusnya agar HRD memahami regulasi dan alur klaim ketika terjadi kecelakaan kerja atau kecelakaan lalu lintas,” ujar Hella, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, sebagian peserta telah menjalin kerja sama dengan RS Keluarga Sehat III, sementara lainnya masih menjadi klien BPJS Ketenagakerjaan dan belum bekerja sama langsung dengan rumah sakit.
“Tujuannya agar proses klaim dan rujukan bisa lebih mudah. HRD jadi paham, kapan harus berkoordinasi dengan kepolisian, Jasa Raharja, atau BPJS Ketenagakerjaan. Semua alurnya kami bahas bersama hari ini,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, para peserta mendapat paparan langsung dari tiga institusi utama terkait regulasi penanganan kecelakaan. Materinya, mulai dari prosedur di tempat kejadian perkara, mekanisme penjaminan, hingga percepatan layanan medis di rumah sakit.
Selain aspek regulasi, RS Keluarga Sehat III juga menghadirkan pemaparan medis dari tim dokter terkait tindakan yang perlu dan tidak perlu saat terjadi kecelakaan kerja.
“Pada prinsipnya, tindakan medis harus berjalan sesuai indikasi. Di RS Keluarga Sehat III, fasilitas kami sangat lengkap, sehingga hampir seluruh kasus kecelakaan kerja bisa ditangani secara komprehensif,” kata Hella.
Ia menyebut rumah sakit memiliki layanan unggulan trauma center dengan dukungan fasilitas diagnostik dan tindakan medis yang lengkap, mulai dari MRI, CT scan, hingga layanan bedah.
“Kami memiliki dokter spesialis ortopedi dan bedah saraf yang cukup banyak. Ini penting karena kecelakaan kerja sering menimbulkan cedera tulang dan saraf,” tambahnya.
Menurut dia, keterlibatan dunia usaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem layanan trauma yang efektif dan berkelanjutan.
“RS Keluarga Sehat III secara aktif mengajak corporate membangun Safety and Trauma Care Ecosystem yang solid. Sinergi ini penting agar ketika terjadi kecelakaan, penanganan medis bisa berlangsung cepat, tepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia menegaskan, rumah sakit memandang keselamatan karyawan perusahaan sebagai prioritas utama, tidak hanya dari sisi klinis, tetapi juga pendekatan kemanusiaan.
“Kami ingin rumah sakit hadir memberi rasa aman, nyaman, dan kepastian layanan, baik bagi pasien maupun perusahaan sebagai mitra,” lanjutnya.
Sharing dan Diskusi Bersama Tiga Instansi Penting
Dalam gathering tersebut, sejumlah narasumber lintas institusi turut memberikan paparan. Kasat Lantas Polrestabes Semarang, Yunaldi, memaparkan prosedur penanganan kecelakaan lalu lintas, koordinasi di lokasi kejadian, serta alur rujukan korban ke fasilitas kesehatan.
Kepala Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji, menjelaskan mekanisme penjaminan korban kecelakaan lalu lintas dan percepatan administrasi layanan.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang, Mohamad Irfan, mengulas perlindungan tenaga kerja serta alur klaim kecelakaan kerja.
Dari sisi medis, Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RS Keluarga Sehat III, dr. Andreas Satrio Marsahala Lumbantobing, Sp.OT, memaparkan manajemen kegawatan tulang dan jaringan gerak akibat kecelakaan kerja. Sementara Dokter Spesialis Bedah, dr. Septin Kamilia Patinggi, M.Biomed., Sp.B, membahas penanganan kegawatan luka bakar dan trauma akibat benda asing.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur RS Keluarga Sehat III Semarang, dr. Ani Raharjo, NPPM.
Diskusi panel dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan fokus pada peran strategis HRD dalam memastikan kecepatan rujukan, kelengkapan administrasi penjaminan, serta keselamatan karyawan.
Pada kesempatan yang sama, RS Keluarga Sehat III Semarang juga memperkenalkan kesiapan fasilitas dan layanan unggulannya. Mulai dari IGD 24 jam dengan layanan trauma terpadu, fasilitas radiologi canggih, cath lab, instalasi bedah sentral, hingga layanan perawatan intensif ICU, ICCU, dan HCU.
“Dengan dukungan fasilitas, tenaga medis, dan sistem layanan yang kami miliki. RS Keluarga Sehat III siap menjadi mitra strategis corporate dalam memberikan layanan kesehatan yang aman, cepat, dan terpercaya bagi karyawan,” tutupnya. (ksm)


