Semarang, UP Radio – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan akan memasang early warning system atau EWS baru, menyusul rusaknya sistem peringatan dini yang sudah lama tidak berfungsi.
Kerusakan EWS di Sungai Plumbon menjadi sorotan setelah banjir besar pada Kamis, 15 Januari 2026 lalu yang merendam ratusan rumah di wilayah Mangunharjo dan Mangkang Kulon.
Tidak adanya peringatan dini membuat warga tidak sempat bersiap menghadapi luapan air sungai.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, membenarkan bahwa EWS lama di Sungai Plumbon saat ini dalam kondisi tidak berfungsi. Upaya perbaikan sebelumnya tidak berjalan maksimal karena kendala teknis.
“EWS di Plumbon memang sudah offline sejak beberapa waktu lalu. Sempat dilakukan pergantian komponen, tetapi tidak bisa berfungsi normal kembali,” ujar Endro.
Ia menjelaskan, pada 2026 BPBD mengalokasikan anggaran untuk pengadaan dan pemasangan EWS baru, termasuk perbaikan sistem yang rusak di sejumlah titik. Selain faktor usia alat, beberapa EWS juga hilang akibat pencurian.
“Tahun ini kami siapkan anggaran penambahan dan penggantian EWS. Ada juga EWS di wilayah lain yang rusak dan bahkan dicuri, seperti di Banyumanik,” katanya.
Endro menuturkan, EWS baru di Sungai Plumbon nantinya akan memiliki sistem komunikasi lengkap yang lebih stabil. Modem akan di tempatkan di luar box utama agar sinyal lebih kuat dan data ketinggian air bisa terpantau secara daring.
“Fungsi EWS ini sangat vital. Contohnya di Perumahan Dinar Indah, saat air sungai naik, alarm berbunyi dan warga bisa segera mengantisipasi,” jelasnya.
Data BPBD Kota Semarang mencatat, saat ini terdapat 28 unit EWS yang tersebar di berbagai titik rawan banjir dan longsor di Ibu Kota Jawa Tengah. Namun, tidak semuanya dalam kondisi aktif. Selain rusak, beberapa unit juga harus di lepas sementara karena proyek normalisasi sungai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Riyanto, menambahkan bahwa tahun ini pihaknya menganggarkan pengadaan dua unit EWS baru dengan nilai sekitar Rp 80 juta per unit.
“Salah satunya akan memasang di Sungai Plumbon, dan satu lagi di Sungai Sringin. Tahun lalu belum ada anggaran karena terdampak refocusing,” kata Riyanto.
Menurutnya, keberadaan EWS menjadi semakin penting karena pola bencana di Kota Semarang kini bergeser ke wilayah barat, termasuk kawasan Tugu dan sekitarnya.
“EWS ini sangat membantu kesiapsiagaan warga. Ke depan, sistemnya akan terintegrasi dengan CCTV dan bisa dipantau secara online,” ujarnya.
Riyanto memperkirakan pemasangan EWS baru akan terlaksana sekitar April 2026, menyesuaikan Rencana Anggaran Kas daerah. Ia menegaskan seluruh proses akan mengikuti aturan agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Targetnya April mulai terpasang. Kami menyesuaikan RAK, karena kalau mendahului bisa menjadi temuan pemeriksa,” pungkasnya. (ksm)


