Antusiasme Tinggi, Olahraga Lari Kian Digemari Warga Jateng

Semarang, UP Radio — Olahraga lari kian digemari masyarakat Jawa Tengah, terutama pada akhir pekan. Selain mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya besar, olahraga ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia.

Tingginya antusiasme tersebut terlihat dalam ajang Sriboga Run yang digelar PT Sriboga Flour Mill di Kota Semarang, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dan menyediakan dua kategori lari, yakni 3 kilometer dan 5 kilometer.

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut ambil bagian sebagai peserta pada kategori 5 kilometer.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh karyawan Sriboga, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Sejumlah peserta bahkan hadir bersama balita serta mengenakan kostum unik yang menambah semarak suasana lari santai tersebut.

Antusiasme olahraga lari juga tampak di berbagai daerah lain di Jawa Tengah. Pada Minggu, 25 Januari 2026, ribuan warga memadati Pati Korpri Fun Run 5K di Alun-alun Pati.

Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mendorong kepedulian sosial karena peserta berlari sambil berdonasi.

Presiden Direktur PT Sriboga Flour Mill, Naufal Arifin, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Sriboga Run.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah berpartisipasi. Antusiasmenya sangat tinggi. Yang paling penting adalah start sehat dan finish juga sehat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sriboga Run merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PT Sriboga Flour Mill.

Sebelumnya, Sekda Jateng Sumarno menyampaikan bahwa berbagai event olahraga lari di Jawa Tengah terbukti mampu mendorong perekonomian daerah. Setiap penyelenggaraan event dinilai dapat menarik peserta sekaligus pengunjung.

Ia pun mendorong agar seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki event lari dengan keunikan masing-masing daerah.

“Pemprov Jateng telah meluncurkan kalender event pariwisata 2026. Kami mendorong setiap kabupaten/kota memiliki event lari dengan ciri khas daerahnya,” kata Sumarno. (hms)

Advertisement