Semarang

Akhir Agustus Semarang Targetkan Bisa Capai Herd Immunity

Semarang, UP Radio – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan saat ini masyarakat Kota Semarang yang melaksanakan vaksinasi pertama telah mencapai sekitar 520.000 orang.

Jumlah itu disebutkannya telah mencapai separuh dari target herd immunity atau kekebalan kelompok warga Kota Semarang, yaitu sebanyak 1,1 juta orang.

“Kemarin sore Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dokter Hakam laporan ada 520.000 sekian yang sudah v1 atau vaksin pertama. Untuk mencapai herd immunity 1,1 juta orang, ini separuhnya. Untuk itu kami terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi dengan menggandeng banyak pihak,” tuturnya.

Dia sendiri mengungkapkan bahwa kemampuan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang saat ini telah tiga kali lipat lebih banyak dari target yang ditetapkan awal, dari 5.000 vaksin per hari menjadi 15.000 vaksin per hari. Dengan kemampuan tersebut dibutuhkan waktu 1,5 bulan ke depan untuk mengejar herd immunity Kota Semarang, yaitu dengan 600.000 orang lagi tervaksin.

“Kemampuan 8 sentra vaksin di Kota Semarang dan regulernya di 37 Puskesmas setiap hari sekitar 15.000 vaksin. Kalau masih mau mengejar 600.000 lagi ya butuh 1,5 bulan, dengan catatan vaksinnya selalu ada,” terang Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat meninjau kegiatan vaksinasi bersama Kepala OJK KR 3 Jateng DIY Aman Santosa dan jajaran pimpinan Perbankkan di Holly Stadium Semarang, Selasa (13/7).

Hendi pun berharap ada lebih banyak pihak di luar Pemerintah Kota Semarang yang mau berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan vaksinasi per hari di ibu kota Jawa Tengah. Pasalnya, dengan lebih banyak pihak yang berpartisipasi mendukung percepatan vaksinasi, Hendi meyakini herd immunity akan lebih cepat tercapai di Kota Semarang.

“Upaya kami salah satunya dengan menggandeng kawan – kawan industri perbankkan yang banyak berinteraksi dengan masyarakat,” kata walikota.

Di sisi lain, Hendi juga menuturkan selama berjalannya PPKM Darurat hingga saat ini, tren COVID-19 di Kota Semarang semakin melandai dan tidak terdapat lonjakan kasus yang signifikan. Tren itu pun berpengaruh pada penurunan BOR (Bed Occupancy Ratio) di rumah sakit dan tempat karantina yang ada di Kota Semarang.

“Alhamdulillah kalau kemarin banyak yang antri di IGD, kalau sekarang sudah tidak. Jadi sekarang yang terpenting hanya dua, yaitu vaksin dan protokol kesehatan. Karena vaksin ini kan bukan obat, vaksin ini ibaratnya hanya rompi anti peluru,” tandasnya. (shs)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button