Awal 2026, Okupansi Hotel di Semarang Masih Terjaga Meski Masuki Low Season

Semarang, UP Radio — Tingkat hunian hotel di Kota Semarang pada awal tahun 2026 masih terjaga meski mengalami penurunan dibandingkan periode normal. Kondisi tersebut dinilai sebagai tren musiman pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru.

General Manager Metro Park View Hotel Semarang, Ninik Haryanti, mengatakan rata-rata okupansi hotel saat ini berada di kisaran 50 persen dari total 89 kamar yang tersedia. Angka tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan rata-rata bulanan.

“Okupansi di awal tahun memang cenderung turun. Namun pada hari tertentu bisa meningkat hingga 90 bahkan 100 persen karena banyak tamu yang melakukan pemesanan mendadak,” ujar Ninik.

Advertisement

Menurutnya, karakter pasar perhotelan di Semarang cukup unik karena didominasi tamu on the day. Kondisi ini membuat peluang peningkatan okupansi tetap terbuka meski awal tahun identik dengan periode low season.

“Hampir setiap hotel mengalami penurunan di awal tahun. Tetapi pasar Semarang masih cukup kuat sehingga peluang peningkatan okupansi tetap ada,” jelasnya.

Sementara itu, Director of Sales and Marketing Metro Park View Hotel Semarang, Jati Mariana, menyebut pihaknya terus mengoptimalkan strategi promosi guna menjaga performa pendapatan hotel.

“Kami fokus menawarkan promo kamar serta memperkuat sektor food and beverage. Paket staycation kami kombinasikan dengan pengalaman kuliner agar tamu mendapatkan nilai tambah,” kata Jati.

Metro Park View Hotel Semarang didukung berbagai fasilitas, mulai dari restoran, coffee & eatery, kolam renang, pusat kebugaran, ruang pertemuan, ballroom, hingga layanan spa dan salon.

Selain promo kamar, hotel juga menghadirkan program Prosperity Dinner Spirit of The Fire Horse dengan harga meja mulai Rp2.588.000 yang dilengkapi hiburan barongsai, musik tradisional Mandarin, yu sheng ceremony, serta berbagai doorprize.

“Kami berharap program-program ini dapat menarik minat tamu sekaligus menjaga tingkat hunian hotel di tengah kondisi low season awal tahun,” pungkas Jati. (ris)

Advertisement