Demak, UP Radio – Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Demak hingga Kamis (15/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melalui laporan periodik Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) mencatat ribuan rumah warga terdampak akibat curah hujan yang tinggi disertai pasang air laut.
Berdasarkan pantauan cuaca, wilayah Kabupaten Demak sejak malam hingga pagi hari terpantau hujan ringan dengan suhu udara berkisar 25–26 derajat Celsius dan kelembapan mencapai lebih dari 90 persen. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah titik belum sepenuhnya surut.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Sayung. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama desa dengan ketinggian air mencapai 20–35 sentimeter dan permukiman sekitar 10 sentimeter. Sebanyak 600 rumah terdampak dengan total 2.400 jiwa, serta ratusan hektare lahan persawahan ikut terendam. BPBD Demak telah mengoperasikan mobile pump untuk mempercepat penanganan genangan.
Sementara di Desa Sayung, banjir merendam hampir seribu rumah warga dengan ketinggian air di jalan mencapai 40 sentimeter. Lebih dari 4.000 jiwa terdampak, termasuk fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah. Penanganan dilakukan melalui pompanisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Tengah.
Banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Demak, di antaranya Kelurahan Betokan, Desa Karangmlati, dan Kelurahan Mangunjiwan. Genangan air terjadi akibat tingginya curah hujan dan meningkatnya debit Sungai Kalijajar, serta tidak berfungsinya sistem pembuangan air. Pemerintah Kabupaten Demak menyalurkan mesin pompa alcon dan karung zak sebagai upaya penanganan darurat.
Di Kecamatan Karanganyar, Desa Wonorejo tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak cukup besar. Sebanyak 1.932 rumah terendam banjir dengan lebih dari 6.000 jiwa terdampak. Selain permukiman, fasilitas perkantoran, tempat ibadah, dan sekolah juga ikut terdampak. BPBD Provinsi Jawa Tengah turut membantu penanganan dengan mengoperasikan mobile pump dan pompa alcon.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Bonang, meliputi Desa Bonangrejo, Tridonorejo, Jatirogo, dan Jatimulyo. Selain hujan deras, air laut pasang menyebabkan aliran air ke sungai terhambat. Di Desa Jatimulyo, genangan air di permukiman mencapai 30–50 sentimeter dan berdampak pada ratusan warga.
Sementara itu di Kecamatan Mijen, banjir melanda Desa Mlaten, Pasir, dan Ngelokulon akibat meningkatnya debit sungai serta saluran air yang tidak mampu menampung curah hujan. Sejumlah fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan turut terdampak.
BPBD Kabupaten Demak terus melakukan pemantauan kondisi lapangan, pompanisasi, serta siaga posko selama musim penghujan 2025–2026. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan pengaduan BPBD Kabupaten Demak. (rls)


