in

Dies Natalis ke-39 UPGRIS di Gelar di Tengah Pandemi

Semarang, UP Radio – Masa Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat harus berubah dan melakukan banyak inovasi untuk menjaga keberlangsungan segala bidang.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas PGRI Semarang Dr Muhdi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Dies Natalis Universitas PGRI Semarang ke-39 di Balairung UPGRIS (23/6) dengan tema “UPGRIS peduli dan berinovasi di tengah pandemi”.

Acara Pembukaan Dies Natalis UPGRIS ke-39 ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dihadiri jajaran pejabat teras UPGRIS dan disiarkan secara live streaming.

“Covid 19 memaksa kita berubah di segala bidang, Kondisi ini memaksa kita menjaga diri dan memaksa kita merubah kebiasaan dalam bersalaman bahkan dalam beribadah,” tutur Muhdi.

Diceritakan, masa pandemi Covid-19 Ini merupakan bencana nasional bahkan dunia, sehingga harus bersama bergotong royong mangatasi resiko yang terjadi.

Kondisi ini juga disikapi UPGRIS dengan mengikuti himbauan pemerintah sejak awal dengan menerapkan pola belajar daring dan mengurangi program belajar tatapmuka. Hal tersebut juga harus diikuti dengan merubah pola mengajar para dosen.

“Dosen harus ikut merubah kebiasaaan termasuk kebiasaan mengajar perkuliahan dari tatap muka ke sistem daring,” katanya.

Pola mengajaar sistem baru ini setiap dosen harus mengembangkan kreativitas dalam mengajar agar pendidikan menjadi semakin menarik.

Muhdi juga mengakui perubahan pola belajar mengajar yang diterapkan saat ini juga menjadi salah satu hambatan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan masa perkuliahan.

“UPGRIS terus berupaya untuk bisa  melayani sebaik baiknya kepada mahasiswa agar masa studi tidak tertanggu agar dapat menyelesaikannya tepat waktu,” tambah Muhdi.

Hal tersebut juga diimplementasika di setiap jurusan dan program studi yang ada di UPGRIS dengan berbagai inovasi pembelajaran.

Setiap Program Studi telah Berinovasi agar proses belajar menjadi semakin menarik, diantaranya Fakultas Tehnik dan Informatika UPGRIS yang telah berhasil menciptakan Ventilator pertama di dunia yang berbasis Internet of Things.

Bukan hanya itu, aksi sosial juga terus dilaksanakan secara berkelanjutan termasuk diantaranya aksi sosial penyaluran bantuan keberbagai sektor kesehatan dan alat kesehatan.

“Dengan pola hidup yang baru dan disiplin sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan, kita akan bisa melewati masa pandemi,” pungkas Muhdi. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Semarang Jadi Kota Terbaik Inovasi New Normal di Sektor Wisata

Pemkot Semarang Siap Distribusikan Bantuan Sembako Periode Juni