Semarang

DLH: Becak Sampah Libur Angkut Sampah saat Lebaran

Semarang, UP Radio – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengingatkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi bila becak sampah yang mengangkut sampah dari rumah tangga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) libur selama Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Akibatnya, produksi sampah rumah tangga akan menumpuk di depan rumah jika tak terangkut oleh becak sampah. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, saat Lebaran Idul Fitri tentunya produksi sampah seperti kaleng bekas tempat roti, parcel, dan plastik cukup banyak.

“Begitu juga banyak masyarakat yang work from home (WFH), sehingga perlu kita waspadai karena becak sampah kadang-kadang ikut libur saat Lebaran. Sehingga bagi warga yang sampahnya hanya sedikit saya harap bisa membuang sampahnya sendiri ke TPS, sehingga sampahnya tidak terlalu menumpuk di depan rumah,” katanya, Senin (10/5/2021).

Pada moment Hari Raya Idul Fitri 1442 H, pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada petugas kebersihan maupun tenaga truk pengangkut sampah untuk menjalankan salat Ied pada pagi harinya. “Dan pada malam harinya nanti petugas bisa kerja lagi. Semoga bisa berjalan,” jelasnya.

DLH juga, lanjut dia, telah memulai pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, pada malam hari. Pola ini sudah dimulai sejak awal April 2021 ini.

“Sudah dimulai. Ini untuk menghindari truk pengangkut sampah terjebak padatnya lalu-lintas di Kota Semarang saat siang hari. Kalau malam hari jalanan lebih lengang,” jelas Sapto. 

Untuk mengakomodasi pola baru ini, pihaknya telah menambah penerangan di TPA Jatibarang. Selain itu, DLH menambah satu alat berat baru. 

“Kendalanya kalau malam itu harus lebih waspada. Di TPA kan banyak pecahan beling, besi, dan lain-lain. Ini yang diwaspadai karena bisa melukai, lalu merusak ban armada truk,” jelasnya. 

Selebihnya, armada pengangkutan sampah juga tetap disiagakan dan dijalankan siang hari. Hal ini untuk menyisir sampah-sampah yang banyak dibuang dipinggir jalan. 

Selain itu, DLH juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan pilah sampah, agar tidak menambah beban terlalu besar karena kapasitas TPA Jatibarang saat ini mulai berkurang.

“Kalau masyarakat bisa melakukan pilah sampah seperti jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang dan sampah organik itu dikumpulkan, kan masih bisa punya nilai ekonomis. Dan bisa dimasukkan ke bank sampah yang ada di tiap kelurahan sehingga tidak terbuang semuanya di TPA Jatibarang,” harapnya.

Dari data DLH, jumlah produksi sampah di Kota Semarang pada masa pandemi Covid-19 ini berkisar 700-800 ton per hari. Jumlah ini turun, dari sebelum saat pandemi, produksi sampah bisa mencapai lebih dari 1.000 ton perharinya. (ksm)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button