in ,

Evaluasi Bioplastik Antimikrobia Antar Rini Umiyati Raih Doktor

Semarang, UP Radio – Dosen program studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI)  Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Rini Umiyati berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor di Program Pascasarajana Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dirinya sukses menyelesaikan Disertasinya “Evaluasi Bioplastik Antimikrobia Berbahan Dasar Pati Hidroksipropil dan Bahan Tambahan Ekstrak Bungkil Nyamplung (Calophyllum Inophylum) setelah berhasil mempertahankan hasil temuanya di hadapan pembimbing Dr. Chusnul Hidayat, Dr. Ria Millati dan Dr.Teguh Ariyanto.

Menurut Rini penelitian ini dilatarbelakangi Bungkil nyamplung merupakan limbah dari pembuatan minyak nyamplung yang minim dimanfaatkan dalam masyarakat selain itu bahan dasar berupa HPS merupakan pati modifikasi yang mempunyai sifat fisik lebih baik dibandingkan dengan pati asli.

“Secara umum nilai kebaruan pada penelitian ini terdapat pada evaluasi spektrum FTIR, sifat fisik dan antimkrobia dari bioplastik HPS dengan tambahan ekstrak bungkil nyamplung, SoHA dan PVA serta campuran SoHA maupun PVA dengan ekstrak bungkil nyamplung,” beber Rini.

Pembuatan bioplastik, lanjutnya, menggunakan bahan dasar HPS, namun untuk menghasilkan bioplastik yang bersifat antimikrobia dan mempunyai karakteristik mekanik yang baik, perlu penambahan bahan-bahan lain, seperti ekstrak dari bungkil nyamplung sebagai agen antimikrobia dan pengikat silang alami, gliserol sebagai pemlastis, SoHA sebagai agen pengikat silang, dan PVA sebagai polimer sintetis.

“Penambahan ekstrak bungkil nyamplung yang merupakan limbah sisa dari pembuatan minyak yang mengandung tanin diharapkan dapat berperan sebagai agen anti mikrobia serta pengikat silang alami,” ujar Rini.

Ia juga menambahkan, Penggunaan  SoHA sebagai agen pengikat silang diyakini dapat meningkatkan sifat fisik dari bioplastik yang dihasilkan, serta dapat meningkatkan sifat antimikrobia dari bioplastik dengan keberadaan gugus asetamida di dalam SoHA. Selain itu penambahan PVA sebagai polimer sintetis perlu juga dibandingkan dengan penggunaan SoHA sebagai agen pengikat silang sehingga bisa didapatkan bioplastik dengan sifat fisik dan antimikrobia terbaik.

Rini mengungkapkan penelitian disertasinya juga menyediakan data dan informasi mengenai karakteristik kimia, antimikrobia dan kadar senyawa antimikrobia dari bungkil nyamplung dan ekstraknya, serta HPS dan SoHA sebagai bahan-bahan penyusun bioplastik. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

“NoBaper” Virtual Memberi Edukasi Menyintas Saat Pandemi

Tiga Destimasi Wisata Jawa Tengah di Lirik Wisatawan Meksiko