Pendidikan

Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun 2020 Diperingati di UPGRIS

Semarang, UP Radio – Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tahun 2020  menjadi momentum untuk semakin menguatkan dedikasi guru meski masih dalam masa pandemic Covid-19.

Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi mengungkapkan pada Peringatan hari guru nasional 2020 ini dilaksanakan dengan sederhana dan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dihadiri jajaran pejabat struktural di lingkungan UPGRIS, dosen,karyawan serta pengurus cabang khusus UPGRIS.

“Tahun ini kita memperingati Hari Guru Nasional da HUT PGRI dalam situasi pandemi Covid-19. Acara digelar sangat sederhana dengan melaksanakan upacara yang diikuti secara luring maupun dihadiri secara daring di daerah,” kata Muhdi usai melaksanakan upacara di halaman Kampus IV Universitas PGRI Semarang (25/11).

Menurut Muhdi, saat ini Sistem pendidikan menjadi salah satu sector yang paling terdampak dari Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia. Sekolah-sekolah sementara harus ditutup untuk mencegah penyebaran Virus.

Data UNESCO  mencatat, lebih dari 90 persen atau lebih dari 1,3 miliar populasi siswa global harus menjalani belajar dari rumah sehingga hampir satu generasi di dunia terganggu pendidikannya.

“Setiap tenaga pendidik kini dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Hal ini dilakukan agar kita bisa menjaga diri dari potensi terkena virus sekaligus memutus rantai penularannya,” ujarnya.

Muhdi menambahkan pada peringatan tahun ini juga tetap dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya inovasi pembelajaran dalam PGRI smart learning and character center, webinar and virtual workshop, virtual gurulympic, pemilihan guru berdedikasi dan lomba menulis praktik pembelajaran jarak jauh,

Selain kegiatan tersebut PGRI Jawa Tengah juga memberikan apresiasi bagi tenaga medis yang tetah mengabdikan diri menangani pasien Covid-19 berupa bantuan makanan untuk tiga rumah sakit. “Pada kesempatan ini, PGRI Jawa Tengah konsisten melakukan berbagai aksi solidaritas mulai pengumpulan APD untuk tenaga medis. Pemberian santunan untuk guru yang terkena musibah serta masyarakat lain,” tambah Muhdi.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung ke Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang, RSUD KRMT Wongsonegoro dan RSU Pantiwiloso Citarum Semarang. (shs)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button