Iklan Tiba-Tiba Muncul di Android? Kenali Penyebab dan Cara Membersihkannya Secara Menyeluruh

UP Radio — Iklan yang muncul tiba-tiba di ponsel Android bukan lagi sekadar gangguan visual. Di tahun 2026, iklan telah berevolusi menjadi lebih agresif dan canggih. Tak hanya berupa pop-up di peramban, iklan kini bisa menyusup ke notifikasi, layar kunci, bahkan menutupi aplikasi lain tanpa izin pengguna.

Fenomena ini terjadi karena ekosistem Android yang terbuka memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan mengakses sistem, termasuk celah yang dimanfaatkan pengiklan tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasinya, pengguna perlu memahami sumber iklan sekaligus cara membersihkannya hingga ke akar masalah.


Mengenal Tiga Sumber Utama Iklan di Android

Sebagian besar iklan yang mengganggu berasal dari tiga sumber utama.
Pertama, situs web berbahaya yang memanfaatkan celah peramban untuk memunculkan pop-up dan notifikasi palsu.
Kedua, iklan bawaan sistem pabrikan yang dikemas sebagai layanan rekomendasi.
Ketiga, aplikasi pihak ketiga yang mengandung adware, biasanya aplikasi gratis dengan izin berlebihan.

Advertisement

Menentukan sumber iklan menjadi langkah paling penting sebelum melakukan pembersihan.


Proteksi Peramban: Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan

Google Chrome sering menjadi pintu masuk utama iklan karena banyak situs menyematkan skrip pop-up otomatis. Pengguna disarankan masuk ke menu Setelan > Setelan Situs dan memastikan fitur Pop-up dan Pengalihan dalam keadaan nonaktif.

Selain itu, Chrome memiliki fitur Iklan Mengganggu yang secara otomatis memblokir iklan pada situs dengan reputasi buruk. Fitur ini sangat efektif untuk mencegah iklan yang menutupi layar atau menipu pengguna.

Tak kalah penting adalah pengaturan notifikasi situs web. Banyak pengguna tanpa sadar menekan tombol “Izinkan” pada situs abal-abal. Akibatnya, iklan terus muncul di bilah notifikasi meski Chrome sedang tidak dibuka.


Adware: Ancaman Tersembunyi dari Aplikasi Gratis

Jika iklan muncul di luar peramban, besar kemungkinan penyebabnya adalah adware. Aplikasi jenis ini biasanya meminta izin sensitif, terutama Display over other apps, yang memungkinkan iklan muncul di atas aplikasi lain.

Pengguna dapat mengecek izin ini melalui Pengaturan > Aplikasi > Akses khusus. Aplikasi yang tidak jelas fungsinya sebaiknya langsung dicabut izinnya atau dihapus.

Bila sulit menemukan pelakunya, Safe Mode menjadi solusi efektif. Dalam mode ini, seluruh aplikasi pihak ketiga dinonaktifkan. Jika iklan berhenti muncul, berarti sumbernya adalah aplikasi yang baru diinstal.


Optimalkan Perlindungan dari Google Play Protect

Google Play Protect merupakan sistem keamanan bawaan Android yang sering diabaikan. Fitur ini memindai aplikasi secara berkala untuk mendeteksi malware dan adware.

Pastikan Play Protect aktif dan lakukan pemindaian manual secara rutin. Meski tidak sempurna, fitur ini cukup efektif mendeteksi aplikasi berperilaku mencurigakan.


Beberapa merek ponsel menyematkan iklan langsung di sistem operasi. Pada Samsung, iklan muncul melalui layanan personalisasi akun Samsung. Pengguna dapat mematikannya lewat menu privasi.

Sementara pada Xiaomi (MIUI atau HyperOS), iklan lebih agresif dan terintegrasi melalui layanan MIUI System Ads (msa). Selain menonaktifkan msa, pengguna juga harus mematikan rekomendasi di aplikasi bawaan satu per satu.


Private DNS: Cara Paling Efektif dan Modern

Di tahun 2026, penggunaan Private DNS menjadi solusi paling bersih dan efisien. Metode ini bekerja dengan memblokir permintaan ke server iklan sebelum iklan sempat dimuat.

Dengan mengaktifkan Private DNS seperti dns.adguard-dns.com, hampir seluruh iklan di situs web, aplikasi, dan gim akan hilang tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Metode ini juga lebih hemat baterai dan RAM.


Dampak Iklan terhadap Performa dan Keamanan

Iklan bukan hanya mengganggu tampilan, tetapi juga menguras sumber daya ponsel. Iklan yang berjalan di latar belakang dapat mempercepat panas perangkat, menguras baterai, dan menyedot kuota data.

Lebih berbahaya lagi, banyak malware modern disamarkan sebagai iklan menarik. Sekali diklik, pengguna bisa diarahkan ke situs phishing atau dipaksa mengunduh aplikasi berbahaya.


Kesimpulan: Bersih, Aman, dan Terkendali

Menghilangkan iklan di Android membutuhkan kombinasi langkah, mulai dari pengaturan peramban, audit aplikasi, menonaktifkan iklan sistem, hingga penggunaan Private DNS.

Dengan langkah yang tepat dan konsisten, pengguna dapat menciptakan ekosistem ponsel yang bersih, aman, dan nyaman digunakan—tanpa gangguan iklan yang merusak pengalaman digital.


Advertisement