in

KBM Daring, Dewan Desak Tindak Anak yang Masih Keluyuran

Semarang, UP Radio – Menekan penyebaran virus corona, Pemerintah Kota Semarang telah memberlakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah berhenti sementara selama dua pekan.

Senin (23/3) ini telah satu pekan siswa melanjutkan kegiatan belajar di rumah.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan sekolah harus memastikan anak didiknya benar-benar memanfaatkan waktu di rumah.

Dia berharap tetap ada kerja sama guru dan orang tua siswa melalui komunikasi ponsel agar waktu 14 hari yang diinstruksikan Pemkot benar-benar efektif belajar sekaligus memutus mata rantai penularan covid-19.

“Kebijakan ini akan efektif bisa memutus mata rantai apabila dalam dua minggu mereka betul-betul di rumah. Jangan sampai, ternyata di hari ketujuh atau seterusnya mereka keluar dan tertular. Kemudian, saat masuk sekolah justru menulari teman-temannya,” ujar Anang.

Dia meminta orang tua terus diedukasi oleh sekolah agar anaknya benar-benar dalam pemantauan. Apabila terpaksa anak harus keluar rumah, orang tua harus mengetahui kepergian anaknya. Kebiasaan memakai hand sanitizer atau mencuci tangan harus terus ditanamkan.

“Sekali lagi, libur ini akan percuma kalau mereka tetap keluar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan yang punya potensi penularan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, siswa diberikan tugas oleh guru untuk belajar di rumah. Siswa juga dianjurkan belajar melalui platform online yang ada.

“Ada aplikasi belajar online milik Kementerian atau belajar online dari ruangguru,” sebutnya.

Gunawan menyebutkan ada 327 SD negeri dan 44 SMP negeri di Kota Semarang.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri saja melainkan juga dilakukan sekolah swasta di Kota Semarang. (ksm)

Jam Operasional Pasar Tradisional di Semarang Mulai Dibatasi

Pemkot Semarang Segera Lakukan Rapid Test Corona 10 Ribu Warga