Semarang, UP Radio — Perekonomian Jawa Tengah sepanjang Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menguat dan inflasi yang tetap terkendali.
Kondisi ini menegaskan peran strategis Kemenkeu Satu Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada triwulan III 2025, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen (year on year), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,28 persen. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang pada periode yang sama justru mengalami perlambatan.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Satu Jawa Tengah, Imik Eko Putro, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi kebijakan fiskal yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun.
“APBN di Jawa Tengah kami dorong tidak hanya sebagai alat pembiayaan, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi ekonomi. Realisasi pendapatan dan belanja yang terjaga berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi daerah,” ujar Imik Eko Putro melalui siaran pers Alco.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi tahunan Jawa Tengah tercatat 2,72 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen. Optimisme masyarakat juga tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level 115,8 atau berada di zona optimis.
Kesejahteraan sektor primer turut menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 117,57, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) tumbuh 0,57 persen menjadi 99,93.
“Perbaikan NTP dan NTN menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan dukungan pemerintah mulai dirasakan langsung oleh pelaku sektor pertanian dan perikanan,” tambahnya.
Dari sisi fiskal, hingga akhir 2025 Pendapatan Negara di Jawa Tengah terealisasi Rp117,46 triliun, sementara Belanja Negara mencapai Rp105,61 triliun, dengan porsi terbesar disalurkan melalui Transfer ke Daerah (TKD). Sinergi pelaksanaan APBN dan APBD tersebut menjadi penopang utama stabilitas serta keberlanjutan pembangunan ekonomi Jawa Tengah. (rls)


