KH Sholeh Darat Selangkah Lebih Dekat Menjadi Pahlawan Nasional

Semarang, UP Radio – Upaya pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional memasuki tahap akhir.

Pemerintah Kota Semarang menggelar Seminar Nasional Pengusulan Gelar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional di The Suri Ballroom Semarang, sebagai rangkaian final penguatan kajian akademik dan kelengkapan administratif sebelum berkas resmi diajukan ke pemerintah pusat pada tahun 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan seminar nasional ini menjadi kajian terakhir dalam proses pengusulan. Seluruh dokumen administratif, kajian ilmiah, serta penguatan narasi historis telah disiapkan secara maksimal untuk mendukung pengusulan tersebut.

Advertisement

“Ini seminar nasional terakhir. Dengan berbagai muatan kajian yang telah disusun, mudah-mudahan KH Sholeh Darat bisa masuk dalam usulan Pahlawan Nasional 2026,” ujar Agustina usai seminar.

Selain mendorong pengusulan gelar Pahlawan Nasional, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan strategi untuk memperkenalkan sosok dan pemikiran KH Sholeh Darat secara lebih luas kepada masyarakat. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan digelar di Kota Semarang pada September 2026.

Pemkot Semarang juga berkomitmen mengembangkan ekosistem wisata religi, termasuk penguatan Museum KH Sholeh Darat sebagai pusat literasi, edukasi, dan riset keislaman. Upaya tersebut diharapkan dapat menarik peneliti, akademisi, serta peziarah dari berbagai daerah, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof. Helmy Purwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, KH Sholeh Darat memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa melalui jalur pendidikan dan dakwah.

Ia menilai, pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional tidak hanya penting dalam memperkuat identitas sejarah Kota Semarang, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor wisata religi dan pengembangan UMKM di daerah. (ksm)

Advertisement