in , ,

KKN UPGRIS Ajak Masyarakat Purwoyoso Upgrade Lingkungan

Semarang, UP Radio – Mahasiswa KKN UPGRIS berkolaborasi dengan PKK Kelurahan Purwoyoso menggelar acara sosialisasi Bank Sampah dan Ecobrick di Balai Kelurahan Purwoyoso.

Sosialisasi ini menghadirkan  Tri Rusdiarto S.K.M dari Puskesmas Kelurahan Purwoyoso dan ketua Bank Sampah Melati RW 8 Kelurahan Jatingaleh, Semarang. Sugiharti yang diikutii oleh 35 peserta yang berasal dari ibu-ibu anggota FKK dan PKK dari beberapa RW di Kelurahan Purwoyoso yang memiliki bank sampah (4/2).

Kepala Kelurahan Purwoyoso Patrick Bagus Yudhistira mengatakan pengelolaan sampah ini akan mampu meminimalisir membludaknya sampah plastik di lingkungan sekitar.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan potensi kegiatan yang telah dilakukan oleh warga Kelurahan Purwoyoso yaitu sedekah sampah menjadi sebuah kegiatan yang lebih kompleks dari Bank Sampah,” kata Patrick.

Sementara itu Tri Rusdiarto mengatakan di sejumlah RW dari Kelurahan Purwoyoso sudah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan sedekah sampah yang merupakan program  pengelolaan sampah.

Dikatakannya, hasil sedekah sampah ini digunakan  untuk keperluan kegiatan sosial masyarakat setempat.

“Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat melakukan kegiatan Bank Sampah, meskipun membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menerapkannya,” Katanya.

Koordinator Peserta KKN UPGRIS di kelurahan Purwoyoso Pipit Eka mengungkapkan program pelatihan cara membuat ecobrick yang baik dan benar bisa memberikan penghasilan tambahan bagi warga masyarakat.

Hasil produk olahan sampah di acara tersebut berupa  tas dari bungkus kemasan minuman dan tas dari bekas MMT, tas dari sedotan yang dianyam.

“Kegiatan ini selain sosialisasi mengenai Bank Sampah dan Ecobrick mahasiswa KKN UPGRIS juga mengajak masyarakat ikut serta dalam pembuatan media ecobrick sebagai hiasan taman TOGA di RW XIII sebagai bentuk pemanfaatan media ecobrick,” ujar Pipit. (shs)

Gaet Wisman Pemprov Jateng Promosi Wisata ke Timur Tengah

Normalisasi Sungai Beringin, Pemerintah Anggarkan Rp 250 M