Sastra dan Budaya

Magister PBSI UPGRIS Gelar Panggung Daring Latihan Ngabuburit

Semarang, UP Radio – Pegiat seni di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang tidak hanya berdiam diri dan berserah pada keadaan.

Menghadapi pandemi mereka selalu berupaya mencari ruang-ruang alternatif dalam melangsungkan kerja kreatifnya dalam berkesenian, salah satunya dilakukan dengan mengambil bagian dalam acara Panggung Daring (Paring) #4 yang diselenggaraka Rabu (7/4).

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPGRIS Dr Harjito MHum mengungkapkan pada penyelenggaraan Panggung Daring (Paring) #4 kali ini digelar bersamaan dengan Seminar Daring (Sering) yang sudah beberapa kali terselenggara saat pandemi.

“Pada kesempatan kali ini, Paring #4 menghadirkan beberapa penampil yang menunjukkan keberagaman pertunjukannya. Mereka adalah Akhmad Sofyan Hadi (Direktur Artistik Jarak Dekat Art Production), Toharin, S.Pd. (Guru SMKS Diponegoro Penawangan Grobogan), Eni Riswanti, S.Pd. (Guru SMP N 1 Bawen), Cintia Nugraha, S.Pd. (Guru SMK N 2 Kota Tegal), dan Dimas Pramata Sukma, S.Pd. (Guru SMK N 1 Dukuhturi, Tegal),” terang Harjito saat memberikan keterangan seusai acara (7/4).

Harjito menambahkan, pada Paring #4 menyuguhkan penampilan spesial aktor muda dari Kendal, Akhmad Sofyan Hadi yang merupakan alumni Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa UPGRIS yang sempat meraih juara 1 tangkai Monolog dalam ajang Peksimida 2008 dan selanjutnya mendapatkan juara 2 dalam ajang Peksiminas pada tahun yang sama.

“Ian (Ahmad Sofyan Hadi) menjadi bintang tamu, untuk memantik penampil lainnya serta para penonton untuk memunculkan para seniman muda kebanggaan yang merupakan alumni dari kampus kami,” tambah Harjito yang juga penulis buku esai Perempuan Jawa yang telah terbit beberapa waktu lalu.

Panggung Daring #4 juga menyuguhkan Pembacaan puisi Tegalan, dongeng, dramatic reading dan juga seni pencak silat sehingga mampu menjadi magnet tersendiri bagi penonton yang mencapai lebih dari 100 orang.

Sekprodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr Nazla Maharani Umaya MHum mengungkapkan melihat antusiasme peserta yang sangat tinggi pihaknya akan berencana menyelenggarakan panggung daring lanjutan.

“Jika kali ini kita mencoba mengangkat tajuk Latihan Ngabuburit, maka nanti selepas tiba di bulan puasa kami juga akan tetap menyelenggarakan panggung daring. Tentu akan menjadi ngabuburit sebenarnya, selepas latihan ngabuburit yang terselenggara ini telah tunai,” tutur Nazla.

Bagi Nazla, dalam formulir pendaftaran peserta (penonton) yang hendak menyaksikan panggung daring selalu diberikan pertanyaan mengenai kesediaan turut serta menjadi penampil dari panggung dari yang terselenggara.

“Harapannya, panggung daring ini akan sepenuhnya memberikan ruang kepada para talenta yang barangkali belum berkesempatan menyalurkan kreativitasnya. Atau paling tidak panggung daring ini menjadi ruang alternatif bagi mereka pada masa pandemi ini,” pungkas Nazla. (shs)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button