Magelang, UP Radio – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong generasi muda agar memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab sejak dini.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi siswa SMA Taruna Nusantara yang digelar di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara, Magelang, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 900 siswa, siswi, dan pengajar SMA Taruna Nusantara Magelang, serta dihadiri Kepala BNPT RI Eddy Hartono, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Kepala OJK DIY Eko Yunianto, dan pimpinan pelaku usaha jasa keuangan di Jawa Tengah.
Pada kesempatan tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan adalah bekal penting kepemimpinan untuk membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan mampu menyiapkan masa depan,” ujar Friderica.
Friderica mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital memang membuka banyak peluang, namun juga menghadirkan berbagai risiko, seperti penipuan (scam) dan aktivitas keuangan ilegal. Oleh karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu.
Menurutnya, kecerdasan akademik dan karier yang baik tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung pengelolaan keuangan yang sehat. Karena itu, literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Friderica juga mengajak para siswa SMA Taruna Nusantara untuk berperan sebagai duta literasi keuangan, yang diharapkan mampu menularkan pemahaman keuangan yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, M. Imam Gogor Agnie Aditya, menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan siswa. Ia menilai pemahaman keuangan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter calon pemimpin bangsa.
“Literasi keuangan bukan sekadar hitung-hitungan soal uang, tetapi bagian penting dalam pembentukan karakter calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan berintegritas,” tegas Gogor.
Ia juga menilai kehadiran OJK di SMA Taruna Nusantara merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas secara finansial, khususnya dalam menghadapi tantangan keuangan di era digital.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan pengukuhan simbolis Duta Literasi Keuangan kepada perwakilan siswa. Selain itu, digelar talk show edukasi keuangan yang membahas pentingnya perencanaan keuangan, menabung, investasi yang aman, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan.
Talk show tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah D.I. Yogyakarta Irfan Noor Riza, Area Head Kantor Wilayah 17 PT Bank Negara Indonesia Himawan Herrachmadi, serta Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian Widi Hartanta.
OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi. (rls)


