BeritaBisnisSemarang

Penjualan Eceran Januari 2018 Kembali Ke Pola Konsumsi Normal

Survei Bank Indonesia terhadap Penjualan Eceran di kota Semarang bulan Januari terindikasi mengalami penurunan secara bulanan di mana indeks penjualan eceran riil (IPR) tercatat sebesar 174,9, atau turun sebesar 7,7 persen.

Meski mengalami penurunan namun disbanding periode yang sama tahun 2017 tingkat penurunan ini tidak lebih dalam dibandingkan penurunan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 8,0 persen.

“Penurunan dialami oleh hampir seluruh kelompok komoditas, kecuali kelompok barang budaya dan rekreasi,” unkap Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo dalam siaran pers KBI Jawa Tengah (19/3).

Penurunan terdalam terjadi pada komoditas peralatan komunikasi 12,3persen, perlengkapan rumah tangga lainnya 12,2 persen, serta sandang 8,3persen dan penurunan tingkat konsumsi pasca periode Natal dan Tahun Baru tersebut ini sesuai dengan pola musiman setiap awal tahun.

Secara tahunan, penjualan eceran di Kota Semarang juga masih terpantau menurun. Pada Januari 2018, IPR menurun sebesar 4,1 persen, tidak sedalam penurunan bulan sebelumnya yang tercatat 4,4 persen. Analisis secara lebih rinci, penurunan penjualan ritel terjadi pada seluruh kelompok komoditas. 

Tiga kelompok dengan penurunan terdalam yaitu perlengkapan rumah tangga 24,6 persen, sandang 18,8 persen serta barang lainnya sebesar 14,9 persen.

Kinerja penjualan eceran Kota Semarang pada Februari 2018 diperkirakan mengalami penurunan secara bulanan. Perkembangan ini tercermin dari IPR Februari 2018 yang tercatat sebesar 172,3, atau turun 1,5%. Penurunan tersebut ditengarai masih merupakan normalisasi kegiatan konsumsi masyarakat pasca konsumsi tinggi pada periode akhir tahun.

Ekspektasi omset penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang masih berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100. Optimisme pengusaha eceran terhadap penjualan 3 bulan mendatang (Mei 2018) diperkirakan meningkat dibandingkan optimisme hasil survei pada bulan sebelumnya.

Indikasi tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang yang sebesar 155,8; meningkat signifikan dibandingkan hasil survei pada bulan sebelumnya yang tercatat 118,6. Ekspektasi yang optimis didorong oleh pola musiman pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Namun demikian, optimisme pedagang terhadap penjualan 6 bulan yang akan datang (Agustus 2018) terpantau melemah sebesar 144,2; lebih rendah dari indeks 167,4 hasil survei pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini diperkirakan merupakan periode normalisasi pasca Idul Fitri.

Pada tiga bulan yang akan datang, baik omset maupun harga diperkirakan mengalami peningkatan sejalan dengan pola musiman setiap Ramadhan dan Idul Fitri. Pada enam bulan mendatang, tekanan kenaikan harga diperkirakan melemah, sesuai dengan pola musiman pasca Idul Fitri. (rls/shs).

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button