Jakarta, UP Radio — Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, pemulihan tak hanya dilakukan pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama BSI Maslahat dengan menyalurkan bantuan Al-Qur’an dan perlengkapan salat ke sejumlah rumah ibadah di Aceh Tamiang.
Bantuan disalurkan ke tiga masjid dan satu musala yang terdampak banjir. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat bangkit, sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid dan musala sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat.
Banjir besar yang terjadi pada akhir tahun lalu menyebabkan banyak rumah ibadah terendam air dan lumpur. Tak sedikit Al-Qur’an, karpet, hingga perlengkapan salat rusak, sehingga aktivitas keagamaan warga sempat terhenti. Kondisi ini membuat masjid dan musala kehilangan perannya sebagai ruang spiritual dan kebersamaan warga.
Sebagai lembaga amil zakat nasional, BSI Maslahat menilai keberadaan rumah ibadah memiliki peran strategis dalam proses pemulihan pascabencana. Karena itu, BSI bersama BSI Maslahat bergerak cepat agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan nyaman dan tenang.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Dimulai di Masjid Nurul Hikmah pada 29 Desember 2025, dilanjutkan ke Masjid Istiqomah Rantau pada 30 Desember 2025, Musala Pasar Pagi pada 2 Januari 2026, dan ditutup di Masjid Muhajirin pada 3 Januari 2026. Setiap lokasi menerima paket bantuan berupa Al-Qur’an, karpet salat masjid, mukena, dan sarung.
Ketua DKM Masjid Nurul Hikmah, Syafrial, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Al-Qur’an serta perlengkapan salat yang diberikan menjadi penguat semangat kami untuk kembali memakmurkan masjid. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban, tetapi juga memberi semangat untuk bangkit,” ujarnya.
Dengan kembalinya perlengkapan ibadah yang layak, jamaah diharapkan dapat kembali merasakan kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Kehadiran BSI dan BSI Maslahat di tengah masyarakat terdampak bencana juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat kebersamaan serta memperkuat ikatan sosial warga.
Upaya ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik, tetapi juga menguatkan jiwa dan harapan masyarakat agar dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. (shs)


