in ,

Sektor Property Belum Mampu Tingkatkan Penjualan

Semarang, UP Radio – Hingga akhir tahun penjualan sector Property terus mengalami penurunan akibat lesunya pasar yang telah dirasakan sejak 3 tahun terakhir.

Penjualan rumah melalui pameran yang digelar pada 2017 ini tercatat sebagai hasil terburuk dimana tahun 2014 lalu berhasil terjual 1.007 unit, tahun 2015 berhasil terjual sejumlah 651 unit. Pada 2016 terjual 495 dan 2017 hanya tercatat sebanyak 376 unit.

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengungkapkan Lesunya penjualan ini dirasa sebagai dampak dari roda perekonomian global yang dialami di hampir semua negara.

“Pemerintah harus melakukan evaluasi kebijakan dan banyak melakukan perbaikan sector ekonomi untuk kembali menggairahkan sector usaha,” tegas Dibya di Semarang (18/12).

Bukan hanya pemerintah saja, lanjut Dibya, Pengembang juga dituntut untuk lebih jeli menggarap potensi yang ada dan harus inovatif untuk memanfaatkan peluang.

Tingginya harga jual Rumah dirasa sudah melebihi kemampuan daya serap masyarakat dan harus disiasati dengan inovasi produk rumah dengan harga lebih terjangkau.

“Harga type 36 dengan luas tanah 90 saat ini mencapai Rp 450 jt, ke depan pengembang mungkin akan menggunakan type bangunan yang lebih kecil untuk menekan harga jual,” ujarnya.

Menurut Dibya Penjualan rumah type menengah dengan harga jual di bawah Rp 750 juta paling banyak terkoreksi penjualannya karena sebagian besar transaksi di dominasi oleh rumah type menengah atas dengan harga diatas Rp 750 juta.

“Banyak yang menanyakan rumah dengan harga sekitar Rp 500 jutaan. Namun sayang jumlahnya terbatas. Tahun depan ini bisa menjadi evaluasi bagi para pengembang untuk membangun rumah dengan bugget Rp 500 jutaan,” tutup Dibya. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

KKN UPGRIS Harus Bisa Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

PLN Siagakan 3.381 Personilnya Hadapi Natal & Tahun Baru