Humanity

Tragis, Kaki Reno Harus Diamputasi Gegara Tersandung Botol dan Meledak

Semarang, UP Radio –  Reno Rifky Aryansyah bocah berusia 9 tahun 8 bulan telah tertimpa musibah hingga menyebabkan kaki kanan harus diamputasi setelah sebelumnya tersandung botol hingga botol itu meledak.

Peristiwa itu terjadi saat Reno berkunjung ke rumah neneknya di Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, menyambangi  kediaman seorang anak bernama Reno, di Puri Delta Asri 3 Blok N 14, RT 3 RW 7, Kelurahan Cangkiran, Kota Semarang, Kamis (30/9/2021).

Pilus, sapaannya, turut prihatin dan berharap hal serupa jangan sampai terjadi lagi. Kejadian itu memang di luar sepengetahuan orang tua. Maka, ini menjadi pembelajaran bagi seluruh orang tua agar mengawasi dan memantau anak-anak saat bermain.

“Harapan kami semoga lekas sembuh dan jadi pelajaran bagi kita semua untuk melakukan pengawasan terhadap anak kita,” ucap Pilus.

Dia pun memberikan dukungan moral kepada Reno agar tetap semangat menjalani hidup. Orang tua juga diberi motivasi untuk bisa menjaga mental anaknya agar tidak terganggu.

Ke depan, dia ingin menyampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang agar memberi perhatian supaya perkembangan anak tersebut bisa sama dengan lainnya.

“Kami upayakan agar bsa dipasang kaki palsu biar bisa berkegiatan layaknya anak-anak yang lain,” paparnya.

Pilus juga mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang menimpa bocah tersebut.

Ibu dari Reno, Khotimah mengatakan, kejadian menimpa buah buah hatinya saat Reno sedang berjalan di perkampungan. Kemudian, tersandung botol hingga botol tersebut mengeluarkan ledakan yang keras. Kemudian, Reno langsung dilarikan ke puskesmas namun tidak sanggup. Akhirnya, dibawa ke RS Suwondo Kendal. Operasi pertama dilakukan di RS Suwondo Kendal pada 15 September lalu. Karena semakin parah, Reno kemudian dibawa ke Charlie Hospital dan harus dilakukan amputasi.

“Botolnya itu botol air mineral, di dalamnya ada serbuknya. Kami sudah melaporkan ke polisi, tapi belum ada perkembangannya,” terang Khotimah.

Saat ini, sambung dia, Reno belum dapat mengikuti sekolah tatap muka. Namun, dukungan dari pihak sekolah sangat tinggi sehingga siswa SD Cangkiran 02 itu tidak patah semangat. Reno pun tak pernah mengeluh kakinya diamputasi. Ia hanya mengeluh saat merasa kesakitan.

“Pihak sekolahnya bagus, murid-murid diajak kesini seminggu sekali. Kepala sekolah ke sini setiap hari,” katanya. (ksm)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button