UPGRIS Gelar Orientasi Akademik PPG 2026, Rektor Tekankan Ketangguhan dan Panggilan Jiwa Guru

Semarang, UP Radio — Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan Orientasi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2026 pada Kamis, 29 Januari 2026, di Aula Lantai 6 Kampus 4 UPGRIS, Kamis (29/1/2026) yang diikuti oleh 369 calon guru dari berbagai daerah dan bidang studi.

Rektor UPGRIS Dr Sri Suciati MHum menegaskan, Orientasi akademik bertujuan menanamkan nilai-nilai profesionalisme keguruan serta menyamakan persepsi antara penyelenggara dan calon guru terkait peran, tanggung jawab, serta capaian pembelajaran program PPG.

“Melalui kegiatan orientasi ini, setiap peserta diharapkan memiliki motivasi, komitmen, dan kesiapan optimal dalam mengikuti pendidikan profesi guru secara efektif dan berkelanjutan,” kata Sri Suciati dalam sambutan pembukaan masa Orientasi akademik di Kampus 4 UPGRIS (29/1/2026).

Advertisement

Rektor mengatakan, bahwa status sebagai mahasiswa PPG merupakan amanah besar yang patut disyukuri. Ia mengingatkan bahwa posisi tersebut menjadi impian banyak orang di luar sana yang belum mendapatkan kesempatan serupa.

“Saudara-saudara patut bersyukur karena sudah resmi diterima sebagai mahasiswa PPG calon guru tahun 2026. Posisi ini boleh jadi merupakan mimpi bagi banyak orang di luar sana,” ujar Rektor UPGRIS.

Rektor juga menyinggung pengorbanan mahasiswa yang harus menjalani pendidikan jauh dari keluarga, khususnya peserta asal berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Menurutnya, pengorbanan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter calon pendidik.

“Kalau ini disebut sebagai bentuk pengorbanan, maka sesungguhnya ini adalah uang muka bagi kemuliaan saudara-saudara di masa depan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa UPGRIS mendapat kepercayaan besar dari pemerintah sebagai salah satu perguruan tinggi dengan amanah penerimaan mahasiswa PPG terbanyak di kalangan perguruan tinggi swasta. Pengelolaan program PPG UPGRIS bahkan masuk dalam lima besar nasional dan telah menerima penghargaan langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada Mei 2025.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan profesi guru bukan proses yang ringan. Mahasiswa akan dihadapkan pada beban akademik, kedisiplinan tinggi, serta tuntutan ketangguhan mental karena tanggung jawab guru menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Kalau dokter salah mendiagnosis, taruhannya satu nyawa. Tetapi kalau guru salah mendidik, korbannya satu generasi,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Pascasarjana UPGRIS Prof Dr Harjito MHum mengungkapkan orientasi ini diikuti sebanyak 369 peserta yang berasal dari berbagai program studi.

“Jumlah peserta terbanyak dari Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebanyak 189 orang, disusul PGSD 123 orang, Pendidikan Pancasila 29 orang, dan Bahasa Indonesia 28 orang. Berdasarkan jenis kelamin, peserta terdiri dari 184 laki-laki dan 185 perempuan,” ujarnya.

Mayoritas peserta, lanjut Harjito, berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebanyak 362 orang, sementara sisanya berasal dari Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.

“Orientasi akademik ini menjadi langkah awal penting bagi mahasiswa PPG UPGRIS untuk menyiapkan diri sebagai guru profesional yang berkomitmen, tangguh, dan memiliki panggilan jiwa dalam mengabdi di dunia pendidikan,” pungkasnya. (shs)

Advertisement