Semarang, UP Radio – Warga di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi di tengah bencana banjir. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah terdampak banjir tetap aman, terkendali, dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami genangan banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada beberapa jalur suplai energi, di antaranya kawasan Trengguli, Kabupaten Demak, Kaligawe dan Pengapon, Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono. Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi energi tetap berjalan dengan melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan Pertamina terus melakukan monitoring dan mitigasi secara intensif di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi.
“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati yang terdampak banjir tetap aman. Kami melakukan pengaturan distribusi pada dini hari saat lalu lintas relatif lancar serta mengubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan, Pertamina menerapkan pengaturan prioritas operasional dengan memaksimalkan distribusi pada dini hari serta mengoptimalkan jalur alternatif melalui Grobogan–Mranggen guna menghindari titik-titik genangan banjir.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan LPG 3 kilogram untuk wilayah terdampak banjir. Penambahan pasokan tersebut meliputi 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.
Menurut Taufiq, penambahan pasokan fakultatif LPG 3 Kg dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen serta mencegah potensi kelangkaan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Dengan pasokan yang mencukupi, diharapkan distribusi LPG tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi atau HET,” jelasnya.
Sejumlah SPBU Ditutup Sementara
Sementara itu, terdapat beberapa SPBU yang terdampak banjir dan dilakukan penghentian operasional sementara sesuai prosedur keselamatan. SPBU tersebut berada di wilayah Kabupaten Kudus, yakni SPBU 43.593.18 Jl. Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 Jalur Pantura Demak–Kudus, serta SPBU 48.595.05 Jl. Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak).
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi sebagai lokasi alih suplai, antara lain SPBU 44.593.04 Matahari, SPBU 44.593.01 Prambatan, SPBU 44.593.09 Hadipolo, dan SPBU 44.593.25 Rendeng di wilayah Kudus.
Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan bahwa seluruh fasilitas terdampak banjir tidak akan dioperasikan sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Kami memastikan kualitas BBM dan LPG tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” tegasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta melakukan pemantauan intensif guna memastikan distribusi energi tetap aman, lancar, dan berkualitas di tengah kondisi cuaca ekstrem. (shs)


