in

68 Desa di Jawa Tengah dan DIY Telah Tersedia Pertashop

Semarang, UP Radio – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung program pemerataan energi di pelosok, PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah mengimplementasikan hasil Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada bulan Februari yang lalu. 

Kerjasama tersebut berupa perluasan penyaluran BBM dan LPG melalui pembangunan Pertashop di desa-desa yang berada di wilayah NKRI khususnya yang belum terjangkau lembaga penyalur atau layanan produk Pertamina yaitu SPBU. 

Pertashop merupakan lembaga penyalur resmi dari Pertamina dengan skala yang lebih kecil dengan tujuan memenuhi kebutuhan energi masyarakat pedesaan.

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama tersebut, Pjs. General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo, dalam keterangan persnya hari Kamis (16/7) menyampaikan hingga bulan Juli 2020 ini telah terdapat 68 unit Pertashop di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan keterangan 62 unit Pertashop di wilayah Jawa Tengah dan 6 unit Pertashop di DI Yogyakarta. 

“Beberapa desa di Jawa Tengah yang telah tersedia Pertashop di antaranya Desa Talang di Kabupaten Tegal, Desa Kalirejo di Kabupaten Pekalongan, Desa Limpakuwus di Kabupaten Banyumas, Desa Punggelan di Kabupaten Banjarnegara dan Desa Selokarto di Kabupaten Batang. Sementara itu untuk wilayah DI Yogyakarta ada di Desa Umbulharjo, Kabupaten Sleman, Desa Girimulyo di Kabupaten Gunung Kidul serta beberapa wilayah lainnya” ujar Pramono.

Jumlah ketersediaan Pertashop di desa-desa akan terus bertambah seiring ketersediaan perangkat dan kesiapan lokasi desa yang dituju untuk didirikan Pertashop. 

Menurut Pramono, Pertamina juga telah mengusung program “One Village One Outlet (OVOO)” dalam menjamin ketersediaan energi hingga daerah-daerah pelosok melalui Pertashop. 

“Harapannya di setiap kecamatan di seluruh Indonesia, khusunya di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), paling tidak terdapat satu outlet layanan Pertamina yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia nantinya,” tambahnya.

Kendati dioperasikan di tengah desa, Pramono meyakinkan Pertashop yang dijalankan Pertamina telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan atau HSSE (Health, Safety, Security & Environment) dalam pengoperasiannya sehingga aman untuk dioperasikan di tengah masyarakat pedesaan. 

“Dapat kami sampaikan bahwa Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU. Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk mendapatkan produk BBM dan LPG di Lembaga penyalur resmi Pertamina,” imbuhnya.

Pertamina bersama Pemerintah Akan Memeratakan Kebutuhan Energi di Indonesia

Sementara itu, Pertamina bersama pemerintah berkomitmen untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat khususnya di wilayah pelosok. 

“Kami membuka peluang kerjasama bagi pemerintah daerah maupun pihak lainnya yang tertarik untuk menjalankan usaha Pertashop dan utamanya belum tersedia layanan penyalur BBM dan LPG di tingkat desa atau kecamatan. Hal tersebut untuk mempercepat pencapaian OVOO dan juga dapat meningkatkan perekonomian desa”, ujar Pramono.

Ia menambahkan, saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond). 

Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerjasama yakni Skema Investasi oleh Pertamina dan Skema investasi oleh Lembaga di Desa. “Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemerintah Daerah. Adapun penentuan skema, Pertamina menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra”, Tambah Pramono.(shs) 

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

XL Axiata Pastikan Jaringan Aman Pasca Banjir Bandang di Luwu

Penerimaaan Pajak DJP Jateng I di Semester I Capai Rp 13,3 T