in

APBDP 2020 Disahkan, Pemkot Tancap Gas Pulihkan Ekonomi

Semarang, UP Radio – Pemerintah Kota Semarang siap tancap gas melakukan pemulihan ekonomi setelah APBD Perubahan 2020 Kota Semarang disahkan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, usaha perhotelan, restoran, dan sektor-sektor yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini mulai bangkit. Pendapatan pajak bumi dan bangunan (PBB) juga cukup bagus.

Pada APBD Perubahan 2020 ini, ada tambahan anggaran meski jumlahnya tidak sebanyak saat situasi normal.

“Perencanaan kami ada pendapatan tapi sedikit. Belum bsa seperti situasi normal. Tapi, apapun kami syukuri,” ucapnya usai menghadiri rapat Paripurna Penetapan APBD Perubahan 2020 di ruang Paripurna DPRD Kota Semarang, Selasa.

Pada anggaran perubahan ini, Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, akan memprioritaskan untuk penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga sekitar Rp 45 miliar.

Ada beberapa perusahaan yang telah melakukan proyek bersama Pemerintah Kota Semarang namun anggaran harus dilakukan refocusing.

Selanjutnya, anggaran perubahan juga diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

“Dulu awal-awal, penanganan Covid-19 dihitung sampai Oktober. Ini kami maksimalkan sampai Desember, teeutama bantuan sembako,” sambungnya.

Hendi menjelaskan, metode pemberian bantuan sembako akan diubah. Sebelumnya, bantuan jaring pengaman sosial dibagikan dalam bentuk sembako satu boks untuk satu keluarga.

Mulai September, bantuan sosial akan menggunakan kartu Semarang Hebat. Keluarga penerima manfaat bisa mendapatkan kartu tersebut yang sudah berisi saldo sebesar Rp 100 ribu. Kemudian, dapat dibelanjakan ke warung yang telah ditunjuk.

“Warga tinggal gesek pakai kartu. Dengan cara ini, UMKM atau ekonomi lokal akan tumbuh,” katanya.

Di sisi lain, Hendi juga akan memaksimalkan penganggaran di Dinas Koperasi dan UMKM atau Dinas Perdagangan dalam rangka memulihkan perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Semarang akan membeli produk-produk UMKM semisal masker dan rempah-rempah.

“Kami beli produk tersebut. Dana atau anggaran itu yang kami prioritaskan supaya warga tenang, bisa bertahan. Harapannya situasi kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, DPRD menerima dan menyetujui rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) dengan rincian pendapatan sebesar Rp 4,269 triliun dan belanja sebesar Rp 4,286 triliun.

Adapun penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 80,734 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp 63,740 miliar

Pihaknya pun mendorong Pemerintah Kota Semarang melakukan upaya agar pertumbuhan ekonomi tetap positif berada pada angka 3-4 persen.

“Meski PAD 2020 menurun drastis, namun Pemkot harus optimis mencari terobosan kreatif dan inovatif untuk mencapai PAD yang ditetapkan,” terangnya saat membacakan hasil rapat Badan Anggaran pada rapat paripurna.

Dia melanjutkan, para wakil rakyat juga merekomendasikan Pemkot untuk merealisasikan piutang pajak dengan melakukan penagihan kepada wajib pajak serta menyelesaikan pembayaran hutang berkaitan dengan proyek yang telah berjalan. Pihaknya juga mewanti-wanti Pemkot agar lebih berhati-hati dalam penggunaan biaya tidak terduga (BTT). (ksm) 

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Bawaslu Himbau Pendaftaran Paslon Pilwakot Semarang Tak Berjubel

JNE Cabang Solo Tetap Utamakan Pelanggan dan Selalu Inovatif