Daerah

BI Gandeng Apmiso Pacu Peningkatan Transaksi QRIS

Semarang, UP Radio – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran secara digital.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Pribadi Santoso mengatakan, BI terus mendorong penggunaan QRIS. Ia menargetkan sebanyak 1 juta merchant di Jateng dapat menggunakan sistem QR code tersebut.

Adapun merchant yang sudah menggunakan QRIS diakuinya terus mengalami peningkatan dan terdapat penambahan sekitar 690 ribu hingga bulan ini sehingga total sudah 800 ribu lebih merchant.

“Pertumbuhan QRIS di Jateng ada penambahan 690 ribu pedagang yang sudah memakai, target sampai akhir tahun 1 juta lebih,” ujar Pribadi Santoso usai penyerahan bantuan kepada Asosiasi Pedagang Mie Bakso (Apmiso) Jateng, Kamis (16/9).

Ia menambahkan, tidak hanya dari sisi merchant saja, namun BI juga terus mendorong penambahan pengguna terutama dari kalangan mahasiswa.

“Banyak yang digandeng seperti pedagang di pasar, kemudian ke depannya bersama Pemkot Semarang akan mulai di kampus-kampus dan kantin sekolah,” jelasnya.

Sekretaris Apmiso Jateng, Cucuk Wahyudi mengatakan, anggota Apmiso yang sudah menggunakan QRIS terus meningkat dan di Kota Semarang sendiri sudah ada 400 lebih pedagang dan akan terus bertambah seiring berbagai sosialisasi yang diberikan BI.

“Anggota kita seluruh Jateng ada 17.000, ke depan akan terus bekerjasama dengan BI untuk terus mensosialisasikan agar QRIS ini semakin banyak lagi,” ucapnya.

Wakil WaliKota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sanggat mengapresiasi berbagai dukungan dan sosialisasi QRIS yang diberikan BI.

Menurutnya, berbagai UMKM, pasar dan pusat pendidikan di Kota Semarang juga siap menerapkan QRIS tersebut.

“Support dari BI ini sangat memberikan manfaat karena pedagang mendapatkan pelatihan yang menambah ilmu. Ke depan di Pasar Johar Semarang akan menggunakan QRIS karena memberikan kemudahan dengan cashles pedagang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.

Sementara itu bantuan yang diberikan BI pada Apmiso terdapat berbagai macam alat-alat produksi seperti mesin penggilingan daging bakso serta berbagai alat penunjang lainnya. (shs)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button