in ,

Galang Dana, YPAC Lelang Lukisan Karya Alumni Difabel

Semarang, UP Radio – Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang mengetuk hati masyarakat untuk peduli terhadap kaum difabel, dengan melelang karya lukisan alumni YPAC untuk penggalangan dana. Hal tersebut dilakukan oleh pengurus untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah YPAC.

Ketua YPAC Semarang, Kastri Wahyuni mengatakan, selama pandemi pengurus mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

Pihaknya harus memutar otak untuk memastikan kebutuhan terpenuhi dan pembelajaran daring tetap berjalan di tengah pandemi. Dalam hal tersebut dirinya juga berharap kepada pemerintah agar lebih perhatian kepada mereka baik berupa morel maupun materiel.

Karena itu, langkah awal yang dilakukan saat ini dengan melalukan penggalangan dana. Sejumlah lukisan karya Wibowo Sanjaya, salah satu alumni sekolah khusus penyandang disabilitas tersebut akan dilelang.

“Mengingat kondisi di tengah pandemi, sementara teknis lelang melalui online. Kalau dirasa belum efektif kami berencana mengadakan bazar, tetapi dengan tetap menerapkan standar pencegahan penularan Covid-19,” ucap Kastri Wahyuni, Ketua YPAC di kantor, Jl KH Ahmad Dahlan Semarang.

Setidaknya ada empat buah lukisan yang akan dilelang. Lukisan-lukisan itu kini berada di Gedung Wisma Bakti, kompleks kantor YPAC. Masyarakat yang tertarik akan karya seni itu bisa mendatangi kantor YPAC untuk melihatnya secara langsung.

“Kami juga berencana lebih mempromosikan hasil karya anak-anak kami, selama ini kurang terekspos. Padahal kerajinan tangan hasil karya mereka banyak sekali, seperti sarung bantal, keset, serbet, batik kain, suvenir, tas rajut dan lainnya,” sebutnya.

Meski demikian,kastri Wahyuni berharap kepada siapa pun yang tertarik dengan hasil karya mereka tidak sekadar membeli karena kebutuhan, melainkan wujud perhatian kepada anak-anak difabel.

“Selama pandemi, kami tetap berjalan sesuai aturan pemerintah dengan menyelenggarakan pembelajaran secara daring, walaupun banyak ditemui kendala,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada para guru terkait metode pembelajaran daring. Upaya ini dimaksudkan agar anak-anak tetap antusias belajar dan tidak merasa bosan.

Sementara itu, sekolah ini menampung sekitar 115 siswa SLB C (tunagrahita), 80-an anak SLB D (tunadaksa) serta beberapa anak mengikuti pravokasional. Pengurus yayasan berharap, dukungan dari orang tua siswa, guru, hingga pemerintah, mampu menggali lebih dalam potensi yang dimiliki mereka.

“Dibalik fisik yang kurang pada mereka, ada kecerdasan yang luar biasa. Karenanya, selain peran dan dukungan orang tua, perhatiaan dari pemerintah juga diperlukan,” tambahnya. (ksm) 

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Ali Ridho dan Indrianika Purnama Raih Juara Pupika UPGRIS 2020

Sekolah Berkebun Ceria, Ajarkan Urban Farming Untuk Masyarakat