in

KKNT UPGRIS Kampanyekan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Semarang, UP Radio – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia meluncurkan buku KKN Tematik COVID-19 dan webinar edukasi masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik COVID-19 (28/10) yang diikuti seribu peserta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Mendikbud Nadiem Makariem, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Influencer dr.Tirta dan Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, yang diselenggarakan secara daring dan channel youtube BNPB RI.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia mencatat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadi perguruan tinggi yang paling banyak di Indonesia dalam mengikutsertakan mahasiswanya, di Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Covid-19 pada Agustus-September ini.

Selain itu, UPGRIS juga mendapatkan apresiasi dari BNPB atas kreatifitas pelaporan kegiatan mahasiswa selama KKNT Covid-19 berlangsung, bahkan mahasiswa UPGRIS itu disebut sebagai satu di antara yang bagus dalam program KKNT Covid-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Covid-19. Tito meyakini para mahasiswa KKN tematik itu sukses melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

“KKN adik-adik mahasiswa turun langsung ke bawah melihat langsung apa yang terjadi, ini akan sangat bermanfaat. Mungkin pandemi seperti ini, 100 tahun ke depan tidak terjadi. Mudah-mudahan tidak,” kata Tito dalam video yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia (28/10).

Tito berharap para mahasiswa peserta KKN ini dapat mempelajari apa yang terjadi di tengah masyarakat dari berbagai dimensi berdasarkan teori yang dipelajari selama ini. Misalnya, dimensi kesehatan, ekonomi, sosial, politik, keamanan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan KKN tematik merupakan kolaborasi Kemendikbud dengan BNPB, Kemendagri dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, melibatkan lebih dari 5.600 mahasiswa yang tersebar di 200 lebih perguruan tinggi.

“Saya mengapresiasi inisiatif dan semangat perguruan tinggi yang melakukan pengabdian untuk membantu masyarakat, bangsa dan negara dengan karya yang nyata. Tidak sekadar wacana. Saya juga bangga dengan kerelawanan mahasiswa,” kata Nadiem.

Mendikbud menambahkan, program ini sangat mendukung kampanye langsung kepada masyarakat terkait pemberdayaan untuk melakukan perubahan dan meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan.

“Mahasiswa dan perguruan tinggi menjadi yang paling tepat memberi contoh pembelajaran langsung ke masyarakat, sehingga mereka bisa menjalankan kepatuhan dan  memotong penyebaran covid 19 yang sangat tinggi di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Rektor UPGRIS Muhdi juga memberikan penghormatan atas apresiasi yang diberikan BNPB Republik Indonesia.

Dia mengaku bangga atas mahasiswa UPGRIS yang memiliki respon tinggi untuk mau terjun di KKNT Covid-19. ”Kami bersyukur dalam waktu yang sangat pendek, hanya dua hari di Agustus kemarin kami buka pendaftaran KKNT ini, mahasiswa terketuk hatinya untuk mengikuti kegiatan ini walaupun kondisinya sedang pandemic. Sudah kami laporkan ada 270 tayangan yang menunjukkan mahasiswa UPGRIS adalah tidak hanya jumlah tapi juga dengan kreatifitas dan mendapat respon masyarakat yang paling baik,” kata Muhdi. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Ajang Virtual Charity Run & Ride, PLN Sambung Listrik Gratis

Esok KAI Kembali Operasikan KA Tawang Jaya Premium