in

Pasca Gempa 6,1 Penyaluran BBM dan LPG di Jepara Berjalan Normal

Jepara, UP Radio – Pasca musibah gempa bumi berkekuatan M 6,1 di titik 52 kilometer barat laut Jepara, Jawa Tengah, PT Pertamina (Persero) memastikan penyaluran BBM dan LPG di wilayah Marketing Operation Region IV berjalan normal. 

Menurut Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Rahman Pramono Wibowo, seluruh sarana dan prasarana Pertamina di wilayah Jepara tidak terdampak gempa. “Penyaluran BBM kami yang dipasok dari Terminal BBM Semarang Group ke *25* SPBU di wilayah Jepara berjalan normal. Untuk LPG di Jepara dari *14* agen dan *1.381* pangkalan keseluruhannya masih menyalurkan secara normal”, ujar Pramono.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kudus dan Jepara, Muhammad Faruq mengatakan penyaluran BBM jenis gasoline (Pertamax series, Pertalite dan Premium) serta Gasoil (bio solar dan dex series) di SPBU tidak mengalami kenaikan maupun penurunan. 

“Konsumsi masyarakat masih normal yaitu rata-rata harian untuk BBM Gasoline sebanyak 340 KL per hari dan gasoil sebanyak 111 KL per hari”, ungkapnya. 

Faruq menambahkan, konsumsi untuk LPG juga tidak mengalami perubahan yaitu di angka 102  MT per hari. “Meskipun tidak terjadi perubahan, namun kami meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena stok BBM dan LPG di wilayah Jepara masih aman”, tutup Faruq.

Pertamina melalui Marketing Operation Region IV akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan seluruh pihak dalam upaya mengurangi penyebaran virus covid-19 dan mengoptimalkan penyaluran BBM serta LPG di wilaya MOR IV. 

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina (Persero) senantiasa akan memberikan informasi terkait penyaluran BBM, LPG, petrokimia serta produk Pertamina lainnya melalui berbagai platform media digital maupun konvensional. (shs) 

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

21 Tim Maju ke Babak Utama IES Smartfren Indonesia Championship

PLN Serahkan Bantuan Mobil Tangki Untuk Pemkot Semarang