in

Pedagang Minta Diijinkan Tempati Pasar Johar Heritage

Semarang, UP Radio – Sejumlah pedagang pasar Johar yang menempati area cagar budaya melakukan audiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait kejelasan pindah dan menempati lapak di Pasar Johar Heritage.

Perwakilan pedagang pasar Johar Cagar Budaya didampingi komunitas MIK Semar melakukan meminta kejelasan kapan akan menempati lapaknya mengingat pembangunan telah selesai. Namun, para pedagang masih harus bersabar karena Pemkot Semarang harus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan yang terbaik.

Ketua Paguyuban Pasar Johar Cagar Budaya Dienur Rahman mengatakan, kedatanganya untuk menemui Wali Kota Semarang untuk mendapatkan kepastian karena sudah hampir 5 tahun sejak peristiwa kebakaran hingga saat ini tidak ada kepastian kapan akan masuk.

“Terus terang kami para pedagang sudah sangat menginginkan segera masuk dan berjualan lagi, karena ekonomi kami dan teman-teman benar-benar jatuh total,” ujar Dienur Rahman, Senin (27/7).

Untuk itu, paguyuban pedagang pasar Johar Cagar Budaya ingin mengetahui bagaimana kebijakan Pemkot Semarang selanjutnya. Karena sama sekali tidak ada kabar bagaimana nasib para pedagang.

“Alhamdulillah setelah ketemu dengan Bapak Wali Kota ada sedikit titik terang, Insya Allah Januari 2021 akan ada pembahasan serius mengenai hal ini,” ujarnya.

Dirinya bersama 2000 an pedagang pasar Johar Cagar Budaya memang mendapatkan fasilitas relokasi di kawasan MAJT, tapi hampir tidak jalan, maka perekonomian khususnya pedagang kacau semuanya.

“Bagi pedagang yang besar mungkin bisa buka toko di tempat lain, tapi yang tidak mampu berusaha bertahan di MAJT, tapi saat ini 80 persen sudah tutup karena tidak ada pembeli,” pungkasnya.

Menanggapi yang disampaikan para pedagang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku memahami perasaan dan kondisi para pedagang. Para pedagang Pasar Johar Cagar Budaya menginginkan segera masuk.

“Memang Pasar Johar Cagar Budaya bagian utara dan tengah sudah selesai. Sebetulnya bagi kami lebih enak karena kalau para pedagang bisa masuk kan biaya perawatan seperti listrik dan kebersihan bukan lagi tanggung jawab Pemkot Semarang,” ujar Wali Kota.

Tapi lanjut Hendi, panggilan akrab Wali Kota, beberapa kali diskusi dinas perdagangan dengan kawan-kawan yang menempati relokasi Pasar Johar belum ada titik temu.

“Dari beberapa kali diskusi intinya mereka menginginkan kalau pindah satu ya pindah semua, kalau belum siap ya jangan pindah. Ini kan beban buat kami Pemkot Semarang,” tambahnya.

Meski demikian lanjut Hendi, kedatangan para pedagang Pasar Johar Cagar Budaya menumbuhkan semangat pihaknya untuk kembali menjalin komunikasi dengan para pedagang terutama yang ada di relokasi.

“Saya kepinginnya satu demi satu mulai masuk supaya asset yang sudah dibangun pemerintah ini bisa lebih optimal dan maksimal. Ini butuh waktu apalagi saat ini masih dalam situasi yang agak rawan persoalan kondusifitas, masih pandemi Covid-19, sebentar lagi ada pilwalkot, jadi butuh waktu untuk membina komunikasi yang lebih sehat,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Johar Semarang lima tahun silam membuat ribuan pedagang kemudian harus direlokasi di kawasan Masjid Agung Jawa tengah. Selama bertahun-tahun tanpa kejelasan kapan pindah dan menempati kembali Pasar Johar Heritage, mereka kemudian mendatangi Balaikota dan melakukan audiensi dengan harapan segera menempati Pasar Johar Heritage yang baru saja selesai dibangun. (ksm) 

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Geliat Wisata Semarang Di Tengah Pandemi Lewat Konser Daring

XL Axiata Hadirkan Paket “Xtra Conference” dan “Xtra Edukasi”