in ,

Pembangunan Jaringan Pipa Gas Cirebon-Semarang Segera Mulai

Semarang, UP Radio – Pembangunan jaringan proyek pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem) harus segera direalisasikan setelah sempat mangkrak selama 14 tahun.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan percepatan realisasi harus dilakukan sesuai dengan program kerja Presiden Jokowi dibidang pembangunan infrastruktur Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi.

“Pelaksanaan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon – Semarang ini merupakan wujud pelaksanaan tugas dan fungsi BPH Migas dalam pengusahaan transmisi dan distribusi Gas Bumi di Indonesia,” Kata Fanshurullah, saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan stakeholder yang diikuti PT Rekayasa Industri (Rekind) dan perusahaan terkait, di Semarang (12/8).

Memurutnya, percepatan itu harus dilakukan agar ketersediaan energi dapat diakses dan dinikmati oleh semua pihak baik masyarakat kecil maupun industri, sekaligus mendukung program diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar bersubsidi untuk beralih ke penggunaan alternatif gas bumi.

“Dengan pemanfaatan gas bumi berbagai keuntungan akan didapatkan, selain jauh lebih murah juga lebih ramah lingkungan,” Katanya

Fanshurullah Asa menbahkan pula dengan terlaksananya pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon – Semarang diharapkan dapat mendorong pengembangan dan pertumbuhan kawasan-kawan industri baru di sepanjang jalur pipa di wilayah Pantura Jateng.

Berdasarkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), pada 2006 BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas Cisem dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang berdasarkan SK Kepala BPH Migas nomor 035/Kpts/PL/BPH Migas/Kom/III/2006 tanggal 21 Maret 2006 dengan spesifikasi penawaran lelang adalah diameter 28”, panjang 255 Km, kapasitas desain 350-500 MMSCFD, nilai investasi US$169,41 juta.

Sejak penetapan PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pemenang lelang pipa transmisi ruas Cirebon – Semarang pada 2006 dan ground breaking pada Februari 2020 lalu, sudah 14 tahun pembangunan ruas pipa tersebut belum ada kemajuan yang berarti.

Rakor yang dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu juga diikuti Anggota Komisi VII DPR-RI Eddy Soeparno, Rofiq Hananto, Ridwan Hisjam, Abdul Wahid, Kementerian Perindustrian, Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Bappenas, Sekretaris Kabinet, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kadin, Hipmi, Badan Usaha calon shipper, BUMN, BUMD, Pengelola Kawasan Industri Kendal,  Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB)  sebagai calon konsumen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan Proyek Ruas Transmisi Cirebon – Semarang merupakan proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres 79 tahun 2019 mengenai Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobongan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang.

“Kami berkomitmen siap membantu jika ada kendala apapun bentuknya, termasuk pembebasan lahan dan rumitnya birokrasi di daerah laporkan cepat pada saya,” ujar Ganjar.

Ditambahkannya, Jaringan pipa gas Cisem dipastikan bakal mendukung pertumbuhan aktivitas industri di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang, Kawan Industri Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Brebes di sepanjang pantura Jateng.

Dia juga menjanjikan akan terus berupaya ikut mendorong percepatan pembangunan kawasan industri baik kawaan Industri Kendal, Batang dan Brebes yang kini sudah dalam tahapan pematangan lahan.

Ganjar juga meminta PT Rekind agar segera melakukan pembangunan pipa ruas Cirebon – Semarang paling lambat dimulai pada September 2020 mendatang dn akan membantu jika terjadi kendala yang menghambat. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

BRT Semarang di Tahun 2021Target Delapan Koridor Feeder

FTI UPGRIS dan UTM Malaysia Gelar Webinar Internasional