in ,

Pembangunan Kawasan Industri Batang dan Brebes Dipercepat

Semarang, UP Radio – Diyakini telah memiliki konsep yang matang, pembangunan dua kawasan industri di Jawa Tengah, yakni Kawasan Industri Batang dan Brebes, bakal dipercepat. Terlebih Jawa Tengah telah memiliki Kawasan Industri Kendal yang menjadi role model pengembangan kawasan industri.

Ganjar mengatakan percepatan pembangunan kawasan industri ini dilakukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada 2023. Pembangunan tersebut akan dimulai tahun ini dan bakal terus berlanjut. Terlebih Jawa Tengah saat ini dijadikan tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini (pembangunan) never ending, tapi yang kecil-kecil sudah berjalan. Batang, begitu masuk satu dua tahun berjalan akan berlanjut terus, menggelinding terus. Kendal sudah berjalan. Brebes akan kami percepat. Mudah-mudahan tahun ini mulai. Kalau sudah beres tahun depan masuk konstruksi dan selanjutnya menjual,” kata Ganjar saat menerima Dewan Pengurus Himpunan Kawasan Industri Indonesia (22/1).

Sebagai role model, Ganjar mengatakan Kawasan Industri Kendal sudah layak dijadikan percontohan, baik dari segi manajemen pengelolaan yang bagus, pembentukan komunitas dan perizinan yang telah dilakukan. Pemerintah juga aktif menjalin komunikasi, terutama ketika para pengusaha mengalami kendala.

Ganjar menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung iklim kompetitif di dunia industri di Jawa Tengah. Bahkan Ganjar membuka pintu untuk perusahaan agar berkolaborasi dengan SMK yang berada di Jawa Tengah.

“Saya pesan kepada mereka. Tenaga kerjanya dari Jawa Tengah dong, kami punya SMK banyak. Kerjasama dengan kami lah, nanti kita desain,” pinta Ganjar.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Sanny Iskandar mengatakan percepatan pembangunan dua kawasan industri tersebut tidak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah menyusun konsep secara jelas. Berkat konsep tersebut, perusahaan di sekitar Bekasi dan Karawang mulai bermigrasi ke Jawa Tengah, baik di dalam maupun di luar kawasan industri.

“Kalau investor datang ke Indonesia, pasti milihnya ke Jawa Tengah karena dunia industrinya kondusif. Bagi industri, kondusif itu melebihi apapun. Kepala daerah lain mestinya seperti Pak Ganjar,” kata Sanny.

Hanya saja, Sanny menambahkan, pihaknya mesti mengatasi problem melonjaknya harga tanah akibat akan dijadikan kawasan industri. Ini menjadi hambatan yang sering dikeluhkan para pengusaha. “Itu masalahnya dengan spekulan tanah. Kalau untuk perizinan, kondusivitas dan dukungan pemerintah, Jawa Tengah juaranya,” ungkap Sanny. (hms/pro)

Tenaga Honorer Dihapus, Jateng Terancam Kekurangan Pegawai

Jelang Imlek Pertamina Jamin Stok LPG Jateng-DIY Aman