Sastra dan Budaya

Permadani Berkomitmen Menjaga Kebelangsungan Budaya Lokal

Semarang, UP Radio – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) menjadi Organisasi yang hadir sejak 4 Juli 1984 berkomitmen ingin mengakomdasi seluruh kepentingan komponen, kaderisasi, dan perumusan kebijakan strategis organisasi untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang sudah terjadi maupun pandangan yang akan direncanakan dimasa mendatang.

Mewujudkan hal tersebut Permadani kembali menggelar Musyawarah Besar VIII Permadani yang diselenggarakan di Semarang (29/11/2020), sebagai usaha menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan organisasi.

Sekretaris Umum Permadani Drs. Suyitno Yoga mengungkapkan Musyawarah Besar ke VII ini mengambil tema “Warga Permadani Tansah Dadya Tepa Tuladha Kang Nyata, Jejeg Ajeg, Njaga Lan Siyaga Murih Kuwat Santosaning Budaya Bangsa” sebagai upaya Permadani untuk menjaga eksistensi budaya Indonesia.

“Mengingat situasi dan kondisi negara yang sedang dalam suasana Pandemi Covid-19, Musyawarah Besar VIII Permadani kali ini tetap diselenggarakan untuk melaksanakan aturan yang berlaku meski sebelumnya ada desakan musyawarah dilaksanakan setelah pandemi mereda,” ujar Suyitno.

Menurutnya Musyawarah Besar digelar karena masa jabatan pengurus periode 2015 – 2020 telah berakhir sehingga harus dilakukan pemilihan pengurus peride baru.

“Selain menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, Agenda Musyawarah kali ini juga akan memilih kepengurusan baru dengan tetap menjaga tradisi organisasi yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan,” tambahnya.

Ketua panitia Musyawarah Besar Permadani ke VII Antonius Suparyatun mengatakan hingga saat ini Permadani telah memiliki 30 DPD di Indonesia dan terus bertambah di berbagai wilayah di Indonesia.

“24 perwakilan pengurus daerah ikut hadir dalam Acara Musyawarah Besar Permadani,” katanya.

Dalam perkembangannya, lanjut Antonius, keberlangsungan Permadani dipercayakan kepada daerah daerah untuk mengembangkan di daerah sekitarnya yang ingin bergabung.

“Permadani hadir untuk menangkal merebaknya budaya asing yang dapat menggerus keberlangsungan kita sehingga kita harus mempertahankan budaya kita, ” pungkas Antonius. (shs)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button