Waspada !! Child Grooming, Kejahatan Tersembunyi yang Mengancam Anak dan Remaja

Semarang, UP Radio – Kasus child grooming kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah figur publik berani mengungkap pengalaman pahit yang mereka alami semasa remaja. Fenomena ini membuka mata masyarakat bahwa child grooming merupakan kejahatan serius yang kerap terjadi secara diam-diam, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Child grooming adalah upaya sistematis seseorang—umumnya orang dewasa—untuk membangun kedekatan emosional dengan anak atau remaja, dengan tujuan mengeksploitasi mereka, terutama secara seksual. Proses ini tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap, halus, dan sering kali tidak disadari oleh korban maupun orang di sekitarnya.

Proses yang Terlihat “Normal”

Advertisement

Pelaku grooming biasanya memulai pendekatan dengan cara yang tampak wajar, seperti memberi perhatian berlebih, pujian, hadiah, atau menjadi tempat curhat. Anak dibuat merasa dipahami, dilindungi, dan istimewa. Dalam tahap ini, pelaku perlahan membangun ketergantungan emosional.

Seiring waktu, pelaku mulai mengontrol kehidupan korban, meminta merahasiakan hubungan tersebut, membatasi komunikasi dengan keluarga atau teman, hingga menormalkan perilaku yang melanggar batas, seperti obrolan seksual atau sentuhan fisik yang tidak pantas.

Rentan Terjadi di Ruang Digital

Di era digital, child grooming semakin mudah terjadi melalui media sosial, gim daring, aplikasi pesan instan, hingga platform live streaming. Anonimitas dan minimnya pengawasan membuat pelaku lebih leluasa mendekati korban.

Psikolog anak dan remaja menilai, anak yang sedang mencari perhatian, mengalami masalah keluarga, atau kurang pendampingan, menjadi sasaran empuk pelaku grooming.

Dampak Psikologis Berkepanjangan

Korban child grooming tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang, seperti kecemasan, depresi, rasa bersalah, hingga gangguan kepercayaan terhadap orang lain. Banyak korban baru menyadari bahwa mereka dimanipulasi setelah beranjak dewasa.

Sayangnya, tidak sedikit korban yang memilih diam karena takut disalahkan atau merasa malu.

Pencegahan Jadi Kunci

Pakar perlindungan anak menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah child grooming. Orang tua diimbau membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengajarkan batasan tubuh, serta mengawasi aktivitas digital tanpa bersikap represif.

Anak juga perlu diedukasi bahwa mereka berhak berkata tidak, tidak wajib menyimpan rahasia yang membuat tidak nyaman, dan harus segera melapor jika merasa terancam.

Pentingnya Kesadaran Publik

Kasus-kasus yang mulai terungkap ke publik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa child grooming bukan isu sepele, melainkan bentuk kejahatan serius terhadap anak dan remaja.

Dengan edukasi yang tepat, keberanian korban untuk bersuara, serta dukungan lingkungan sekitar, child grooming dapat dicegah sejak dini.

UP Radio mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap perlindungan anak, demi menciptakan ruang tumbuh yang aman dan sehat bagi generasi masa depan.

Advertisement