in

Merintis Bisnis Bisa Diinspirasi Oleh Kejadian di Sekitar

Semarang, UP Radio – Ide membuat aplikasi bisa berawal dari kejadian-kejadian yang banyak ditemui di sekitar kita, bahkan seringkali tak pernah terduga.

Director PT. TeknoKayo, Puti Kayo Gebriecya, misalnya, terinspirasi saat setelah melihat antrian di Puskesmas yang kurang rapi, antrian berjubel dan kurang tertib bahkan terkadang pasien butuh penanganan cepat tapi kurang mendapat prioritas karena terhalang antrian.

“Penyebabnya kurangnya struktur, sistematika pendaftaran untuk berobat di Puskesmas dan waktu tunggu yang lama menyebabkan terjadinya antrean yang panjang,” papar Puti dalam acara Webinar Internasional bertema “Merintis Bisnis Ala Mahasiswa” yang diselenggarakan dalam rangka peluncuran FACE.in Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), baru baru ini.

Menyikapi hal tersebut, Puti pun berupaya membuat aplikasi online untuk mendaftar berobat tanpa perlu menunggu lama di Puskesmas untuk dilayani sesuai kebutuhan kedaruratannya.

Aplikasi ciptaannya pun kini telah banyak digunakan dan diberi nama Sikda Optima. “Aplikasi ini trlah banyak diminati setidaknya di 70 puskesmas,” terang Puti.

Selain menghadirkan Puti Kayo Gebriecya, webinar ini juga mengundang pembicara Founder Netasia Singapore Sripeni Puspasari.

Sementara itu, dosen Universitas PGRI Semarang Mega Novita, Ph.D, menyatakan, seturut dengan aplikasi Sikda Optima, pendirian FACE.in pada mulanya juga berawal dari menangkap peluang semasa pandemi.

“FACE.in Virtual Meeting Organizer merupakan jasa penyedia fasilitas pertemuan daring dengan fitur yang cukup lengkap dan bervariasi, yang akan membantu pihak-pihak yang ingin melakukan pertemuan secara daring seperti pembelajaran, seminar, pertemuan yang saat ini terkendala karena situasi dan kondisi pandemi,” kata Mega.

Mega mengungkapkan, dalam pembuatan aplikasi FACE.in melibatkan tim yang dikerjakan bersama dosen dan mahasiswa UPGRIS. Selain Mega Novita, tim ini juga diinisiasi oleh Dian Marlina (dosen), Saptono Nugrohadi (guru), Iswatun Chasanah (mahasiswa pascasarjana), dan Dail Umamil Asri (siswa SMA).

Sedangkan tim yang bergerak pada pengoperasian acara adalah Delimas Isabel, Mustaqfirin, Finka Cindy Antika, Hervinda Kurniawati, Arsha Raulnady Trikusuma.

“FACE.in hadir sebagai respon terhadap pandemi COVID-19 yang memaksa setiap kegiatan yang seharusnya dilaksanakan secara tatap muka harus dilaksanakan secara daring, terutama dalam bidang pendidikan,” pungkas Mega. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Sasa Care Traveler Catat Rekor MURI Bagikan Masker Terbanyak

ARTUGO Targetkan jadi Brand Leader di Pasar Chest Freezer