in ,

Nabila Ikut Menanam Pohon untuk Selamatkan Lingkungan

Semarang, UP Radio – Tahun 2017 lalu bantaran sungai Kuncen Pucanggading Batursari kecamatan Mranggen sekitar 50 meter terkena abrasi akibat hujan deras yang mengakibatkan kekhawatiran di tengah masyarakat. 

Jika tidak segera diperbaiki maka bisa jadi banjir akan menenggelamkan rumah di sekitar Sungai Kuncen seperti kejadian di daerah Guntur Demak baru-baru ini.  

Abrasi tersebut dikarenakan tidak adanya pohon yang mampu menahan derasnya laju aliran di bantaran sungai  Kuncen Dusun Karangmalang. Saat ini warga secara swadaya sudah memperbaiki bantaran sungai secara bertahap.

Upaya normalisasi bantaran sungai Kuncen Desa Batursari kecamatan Mranggen dilakukan bersama perangkat desa serta dibantu warga sekitar. 

Kepala dusun Karangmalang dan Karangjati Nur Alimin AMd memberikan bantuan 50 pohon Sengon dan Trembesi untuk ditanam bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di desa Batursari Mranggen Demak (25/1). 

Nur Alimin mengaku bangga terhadap peran serta mahasiswa KKN UPGRIS di Batursari Mranggen yang masyarakat berbaur melakukan tugas yang sangat mulia. 

“Salah satu bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan agar tetap terjaga dengan baik. Upaya sederhana diantaranya menanam pohon serta merawatnya agar tercipta lingkungan yang hijau. Sehingga musibah longsor serta banjir tidak terjadi atau terantispasi,”imbuh Nur Alimin.  

Enam belas mahasiswa KKN UPGRIS dibantu beberapa warga melakukan penanaman 50 pohon di bantaran Sungai Kuncen. Nabila salah satu peseta yang ikut dalam normalisasi merupakan siswa Taman Kanak-kanak Batursari dibantu mahasiswa menanam pohon Trembesi dan Sengon.

Siti fadhilah salah satu warga Batursari Mranggen Demak mengucapkan terima kasih banyak kepada Kadus serta mahasiswa KKN UPGRIS yang membantu upaya menanggulangi abrasi yang sewaktu-waktu mengancam daerahnya. “Setiap hari saya melakukan aktivitas kerja di daerah yang rawan longsor. Sehingga khawatir jika terjadi musibah yang tidak terduga. Adanya penghijauan di sekitar tanggul yang jebol yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS saya menjadi lebih tenang dalam bekerja,”tutur Siti.

Penanaman 50 pohon Trembesi dan Sengon menjadi awal yang baik agar mengantisipasi tanggul menjadi lebih kuat. Musim hujan yang saat ini terjadi membantu tumbuh kembangnya pohon agar lekas tumbuh dengan subur. Harapan warga agar ada perhatian khusus agar bersama masyarakat saling menjaga lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan. (Pai)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Festival Komukino ke-Delapan, Wadah Masyarakat Lestarikan Budaya

HUT ke 25, Marimas luncurkan Program Marimas Umroh 250