in

UPGRIS Sukses Menambah Doktor Baru Bidang Olahraga

Semarang, UP Radio – Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Agus Wiyanto meraih gelar Doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 di UNNES Semarang.

Agus Wiyanto sukses mempertahankan desertasinya di hadapan penguji Prof. Agus Nuryatin, Prof. Dr. Hari Amirullah Rachman, Dr. Setya Rahayu, Prof. Dr. Sugiyanto, Dr. Taufiq Hidayah, Dr. Sulaiman dan Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, Selasa (15/9/2020).

Dalam ujian terbuka itu Agus menjelaskan, jika olahraga bulutangkis memiliki karakter olahraga cepat maka pebulutangkis harus memiliki kualitas fisik untuk mendukung pada performa yang maksimal terutama dengan menggunakan dua metabolisme energi yang meliputi aerobik dan anaerobik.

“Karakteristik olahraga bulutangkis harus memiliki kapasitas fisik yang luar biasa terutama kecepatan, kekuatan serta daya ledak,” kata Agus.

Dalam penelitiannya dirinya mengumpulkan informasi dari pelatih cabang olahraga bulutangkis yang dilakukan melalui wawancara pada saat melakukan observasi pada bulan desember 2018.

“Ternyata dalam meningkatkan kondisi fisik dan menyusun program latihan terdapat beberapa masalah. Masalah utama yang ada yaitu, walaupun memiliki kondisi fisik yang baik akan tetapi belum tentu dapat tampil dengan performa yang maksimal saat berada di lapangan bahkan tidak sedikit yang mengalami kelelahan yang berarti hal tersebut dimungkinkan tes kondisi fisik yang digunakan untuk mengukur juga belum disesuaikan dengan karakteristik cabang olahraga bulutangkis sehingga juga berdampak terhadap pemberian program latihan yang selama ini diberikan,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil analisis data validitas dan reliabilitas tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10 -12 tahun dikatakan valid dan reliabel Tingkat keefektifan norma dan tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10 -12 tahun dapat dikatakan efektif.

Hal tersebut, terang Agus, dapat diketahui melalui uji coba tes kondisi fisik pada pebulutangkis usia 10 -12 tahun .

Sementara Rektor UPGRIS Dr. Muhdi berharap dengan bertambahnya doktor baru, bisa menambah kekuatan UPGRIS dari segi SDM dan kualitas dalam hal layanan terhadap mahasiswa.

“Gelar doktor yang diperoleh diharapkan dapat mengembangkan profesionalisme sebagai dosen,” katanya.

Muhdi berharap kiprah yang lebih besar dari para dosen yang sudah menyandang gelar Doktor sebagai gelar pendidikan tertinggi di bidang akademik.

Ia juga menambahkan, hasil penelitian disertasi dapat menjadi pedoman tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10-12 tahun, juga aplikasi badminton physical fitness test (bpft) 10-12 years old dan video pelaksanaan tes kondisi fisik pebulutangkis usia 10-12 tahun. (shs)

Written by Saut Simanjuntak

my life my adventures
i'm always strong

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

BEI Raih Penghargaan The Best Islamic Capital Market GIFA 2020

Dosen UPGRIS Manfaatkan Radio Jadi Media Pembelajaran Interaktif